Tertipu 4 Dirgen Minyak Curah Berisi Air, Pengusaha Tahu Ledok Rugi Jutaan Rupiah.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Pengusaha tahu asal Kelurahan Ledokkulon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro menjadi korban penipuan minyak curah yang ternyata berisi air yang dicampur dengan sedikit minyak dan pewangi.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 08/03/2022. Berawal saat korban, Siti Fatimah (57) berjualan tahu di pasar Babat seperti biasanya, kemudian pelaku mendatangi korban dan menanyakan salah satu pedagang tahu yang berjualan di Pasar Agrobisnis yang ternyata sedang libur.

Tertipu 4 Dirgen Minyak Curah Berisi Air Pengusaha Tahu Ledok Rugi Jutaan Rupiah 2

“Empat Dirgen itu awalnya bukan untuk saya tapi untuk orang lain, tapi karena orangnya tidak ada kemudian saya diberi contoh atau teaster yang isinya benar minyak asli,” ucapnya.

Dikarenakan Ia membutuhkan minyak curah untuk produksi tahu, sementara saat ini di Bojonegoro sulit untuk mendapatkan stok minyak dan merasa tertarik dengan harga Rp 14.600 per kilogram, Fatimah langsung membeli 4 dirgen minyak yang masing-masing berkapasitas 30 kilogram tersebut.

“Setiap hari saya membutuhkan 30 kilogram minyak curah, karena ini ada 4 dirgen jadi saya berfikir biar sekalian bisa digunakan beberapa hari karena di sini (Bojonegoro) juga susah cari minyak,” terangnya.

Sempat ragu, akan tetapi Fatimah tetap membeli minyak tersebut dan di bawa pulang ke Bojonegoro. Pelaku sempat memberikan nomernya untuk mengambil dirgen keesokan harinya, namun nomer tersebut tidak dapat dihubungi.

Fatimah baru mengetahui bahwa Ia menjadi korban penipuan ketika menuangkan satu dirgen minyak yang ternyata berisi air saat akan menggunakan minyak tersebut untuk produksi tahu.

“Sekitar jam 13.30 WIB baru tau karena minyaknya mau saya pakai, kemudian saya cek semua isinya ternyata air,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, Ia mengaku rugi sebanyak Rp 1.750.000. Korban sudah melaporkan kejadian tersebut kepihak berwajib yaitu, Polsek Babat namun, disebabkan tidak ada bukti transaksi maupun CCTV sehingga sulit untuk dilacak. Karena itu, Fatimah hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah memberi bantuan agar stok minyak lancar.

“Semoga minyak lancar gitu, setiap hari ada. Sekarang kan susah kadang ada kadang tidak, saya harus keliling dan antre untuk mendapatkan minyak,” tutupnya. (Mil/Red)

Comment