TUBAN, Wartaku.Id – Setelah kurang dari dua bulan di buka untuk pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat, hari ini Senin (28/02/2022) jembatan Glendeng – Simo kembali di pasangi Portal. Di sinyalir ada beberapa konstruksi jembatan tersebut terdapat keretakan.
Jembatan yang melintasi Bengawan solo tersebut menjadi penghubung dua kabupaten di Propinsi Jawa Timur yakni Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro. Letaknya ada di Desa Kalirejo Kecamatan Kota Bojonegoro dengan Desa Simo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban.
“Ada beberapa faktor yang mengakibatkan keretakan jembatan, diantaranya yang pertama faktor Alam yaitu adanya curah hujan yang tinggi dan pasang surut air bengawan, faktor kedua adalah sumber daya manusia baik itu proses pengerjaan jembatan atau juga penggunaan jembatan yang bisa jadi berlebihan, sedangkan faktor yang ketiga adalah jembatan Glendeng selama 30 tahunan tidak pernah dilakukan pemeliharaan”, ujar Pak Sucipto Camat Soko
Di tempat terpisah team Wartaku.Id menghubungi Bapak H. M. Miyadi, S.Ag. M.M Politikus PKB yang juga Ketua DPRD Kabupaten Tuban menyampaikan, “Sejak.awal.dibukanya jembatan tersebut menurut saya memang.harus ada portal ( untuk mencegah kendaraan truck atau kendaraan bermuatan melewati ), sehingga yang diperbolehkan lewat hanya mobil pribadi atau penumpang ( hal ini untuk pencegahan timbulnya kerusakan jembatan, hal ini dikarenakan kapasitas perbaikan jembatan belum memenuhi standart untuk jembatan kendaraan bermuatan ), artinya saya menyetujui untuk dilakukan pemortalan”. Paparnya
Ditanya tentang apa yg akan di lakukan DPRD Tuban dengan munculnya retakan yang bisa jadi membahayakan pengguna jalan, Ketua DPRD dari Fraksi PKB itupun mengatakan, “Pertama kita akan tugaskan komisi 1 untuk sidak dilapangan, setelah itu baru diadakan rapat koordinasi dengan PUPR, untuk antisipasi”, tegasnya.
Ditempat terpisah Pak Arif Kadis Kominfo Tuban menyampaikan, “Ya intinya di portal untuk membatasi truk truk besar yang melebihi tonase. Kalau dipaksakan melintas dikawatirkan terjadi hal hal yg tdk diinginkan”.
Sedangkan Pak Agung Kepala PUPR Tuban di hubungi melalui telp mengatakan, “Ada beberapa faktor sehingga terjadi keretakan jembatan, yang pertama karena beberapa kendaraan yang melewati melebihi tonase kapasitas dan umur jembatan yang sudah tua, yang kedua mungkin ada tarikan dari arus di bawah artinya adanya faktor pasang surut air bengawan”, katanya
” Karena ini masih tanggungan rekanan pemborong masa pemeliharaanjadi kita akan menghubungi pemborongnya dan kita akan koordinasikan secara teknis dengan PPKnya”, lanjut beliau
Pak Agung menambahkan, “yang dapat kita lakukan saat ini adalah hari ini kita pasang portal untuk kendaraan diatas roda empat tidak boleh masuk dulu sambil menunggu kajian teknisnya, berikutnya butuh pembenahan menyeluruh”, imbuhnya. (Hen)


Comment