Kasus DBD Melonjak, Permintaan Trombosit Di PMI Bojonegoro Meningkat.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Permintaan trombosit darah yang diajukan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan. Hal tersebut terjadi, akibat kasus demam berdarah dengue (DBD) yang melonjak tinggi sejak musim penghujan.

Menurut Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI), dr. Imam Sutrisno mengaku sejak masyarakat banyak terserang demam berdarah, permintaan trombosit di PMI Kabupaten Bojonegoro alami peningkatan.

Dr. Imam Sutrisno Kepala Unit Donor Darah UDD Palang Merah Indonesia PMI

“Jumlahnya memang sedang menipis karena permintaan banyak,” ungkapnya.

Menurutnya dalam setiap hari trombosit yang dikeluatkan UDD PMI Kabupaten Bojonegoro mencapai 10 kantong lebih, hal tersebut sesuai permintaan pasien DBD yang membutuhkan setidaknya 6 hingga 10 kantong trombosit per orangnya.

Meskipun menipis, pihaknya menuturkan bahwa stok trombosit di UDD PMI Kabupaten Bojonegoro masih aman dan tidak ada kekosongan. Per tanggal 18/01/2022 stok trombosit total ada sebanyak 17 kantong terdiri dari 4 golongan darah, yaitu golongan darah A, Golongan darah B, Golongan darah O, dan golongan darah AB.

“Kita ada total 300 kantong darah untuk semua komponen dan golongan darah, sedangkan kalau trombositnya sendiri ada 17 kantong,” jelasnya.

dr. Imam juga menjelaskan hampir semua rumahsakit meminta trombosit, sedangkan yang paling utama dan paling banyak adalah RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo dan Rumah Sakit Aisyiah (RSA), sementara di luar Bojonegoro beberapa daerah juga melakukan permintan trombosit di UDD PMI Kabupaten Bojonegoro.

“Evaluasi di bulan Desember 2021 ada sebanyak 150 kantong, jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya. Untuk bulan ini sudah 58 kantong yang keluar,” jelasnya.

Sementara, untuk antisipasi stok trombosit kosong, pihaknya menuturkan bahwa ada pilihan dengan memanfaatkan alat donor darah plasma konvaselen. Dengan metode tersebut, proses tranfusi darah lebih cepat.

“Kita tawarkan dulu ke dokter mau atau tidak menggunakan tromboapheresis itu satu kantong setara dengan 7-8 kantong trombo apresiasif, jika mau maka akan kita siapkan pendonornya,” ungkapnya. (Mil/Red)

Comment