Harga Daging Ayam Melonjak, Pedagang Mengeluh.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Kenaikan harga daging ayam yang terjadi di pasar Kota Kabupaten Bojonegoro dikeluhkan pedagang. Selain mahal, pengunjung pasar dan pembeli juga sepi, sehingga omzet pedagang mengalami penurunan drastis. (Rabu, 19/02/2022).

Menurut Mutomimah yang merupakan penjual daging ayam di Pasar Kota Bojonegoro, mengaku kenaikan daging ayam potong saat ini mencapai Rp 40 ribu per kilogramnya dari harga sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram.

“Sekarang sangat mahal, sebelumnya kurang dari 30 ribu, sekarang naik banyak,” ungkapnya.

Menurutnya kenaikan harga daging ayam kali ini tiga kali lipat dibandingkan dengan kenaikan sebelumnya yang hanya Rp 1 ribu hingga Rp 2 ribu saja, bahkan kenaikan mencapai harga tertinggi.

“Sebelum-sebelumnya tidak pernah sampai se tinggi ini, baru tahun ini harga ayam melonjak segitu banyaknya,” tuturnya.

Kenaikan tersebut terjadi sejak bulan Desember 2021 hingga saat ini, sementara penyebab kebaikan dipicu banyaknya peternak ayam potong yang menutup usahanya dikarenakan bangkrut akibat pandemi Covid-19. Mutomimah yang berasa dari Ledok Kulon tersebut mengaku jika biasanya menjual 50 potong ayam, saat ini hanya menjual 20 ayam.

“Tidak berani ambil banyak, sedangkan pasar juga sepi pembeli. Jika biasanya saya ambil 50 ekor ayam, saatini saya hanya ambil 20 potong saja dan itu pun tidak habis,” terangnya.

Nasib serupa juga dialami oleh Sumarni, jika sebelumnya mampu menjual ayam hingga 75 sampai 80 ekor ayam, saat harga naik seperti sekarang Ia hanya menyetok 50 ayam saja.

“50 aja ini masih, tidak berani nyetok banyak. Kalau ayam potong harganya Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogramnya ini juga ambil sedikit karena kalau banyak takut tidak habis,” tuturnya.

Pihaknya berharap harga daging ayam segera turun dan stabil, karena dengan mahalnya harga daging ayam penjual sangat merasa keberatan dan merugi. Selain penjual, pembeli yang merupakan pengusaha kuliner juga keluhkan hal yang sama.

“Agak memberatkan, terlebih untuk usaha saya ayam geprek juga kesusahan jika menaikkan harga soalnya konsumen juga sudah terbiasa harga segitu, semoga segera bisa stabil harga daging ayamnya agar pengusaha juga tidak merugi,” ungkap Dani. (Mil/Red)

Comment