Teladani Sosok Perjuangan Kartini Dalam Diri Seorang Penjual Kopi.

BOJONEGORO,Wartaku.id – Ibu Kita Kartini terkenal dengan perjuanganya. Sama halnya dengan Mak yatemi atau pangil saja Mak Yat pasti sudah tidak asing lagi bagi warga Bojonegoro yang setiap hari berjualan di tengah alun-alun.

Mak Yat masih gigih dan semangat berjualan kopi meskipun usianya sudah mencapai 78 tahun. Perempuan yang merupakan anak pertama dari sepuluh bersaudara tersebut sudah mengalami pahit dan manis hidup dari berjualan buah hingga berjualan kopi.

“Saya sudah dari 2008 jualan kopi, sebelumnya saya juga julan buah,”ungkapnya.

Dari hasil berjualan, Mak Yat mampu menyekolahkan 3 anak angkatnya hingga sukses bahkan salah satu dari anaknya menjadi Angkatan laut di Surabaya. Meskipun semua anaknya sudah sukses, Mak Yem tidak bergantung kepada anak-anaknya dan memilih tetap berjualan kopi.

“Sama anak disuruh berhenti berjualan, tapi saya tidak mau,”jelasnya.

Mak Yatemi Penjual Kopi Alun-Alun Bojonegoro
Mak Yatemi Penjual Kopi Alun-Alun Bojonegoro

Perempuan yang masih kuat ingatanya tersebut mengaku tinggal di desa Kampung Baru, Kecamatan Sukorejo kabupaten Bojonegoro, dan menghabiskan waktu di warung kopi kecilnya. Berasal dari Gondang, Mak Yat hanya pulang saat lebaran untuk berziarah makam kemudian kembali lagi.

“Saya jarang pulang, setiap hari 24 jam saya habiskan disini, “tuturnya.

Pringati hari Kartini Mak Yat menjelaskan perjalanan hidupnya tidak mudah, mulai dari dua kali gagal berumah tangga hingga mengadu nasib dengan berjualan ke berbagai kota dari Kudus, Semarang, Jepara dan kota lainya.

“Dibandingkan anak sekarang yang makanan tidak enak saja tidak mau makan, riwayat saya dulu berjuang kemana-mana, “pungkasnya. (Mil/red)

Baca Juga :

See also  Giat Penyemprotan Disinfektan Untuk Memutus Penyebaran Virus Covid-19.

Comment