“Project itu ada masa habisnya, lebih baik lakukan apa yang bisa kita kerjakan untuk masa depan anak cucu kita“
BOJONEGORO, Wartaku.id – Tak ada lelah dan terus berkarya untuk membangun wilayahnya, itulah prinsip yang tertanam dalam diri Kades perempuan pertama Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.
Sosok itu adalah Hj.Yuntik Rahayu, di periode ke dua kepemimpinannya menjabat sebagai Kepala Desa Mojodelik , Perempuan yang ramah dan berhijab ini selalu semangat dan tidak pernah kendur sedikit pun untuk terus membuat gebrakan-gebrakan serta inovasi untuk kemajuan Desa yang dipimpin nya. Slogan “ Mojodelik makin apik “ selalu jadi spirit dan terus dikumandangkan disetiap event dan kegiatan kemasyarakatan.
Desa Mojodelik memang menyimpan harta karun yang luar biasa, dunia banyak yang tahu, bahwa jauh didalam bumi Mojodelik tersimpan emas hitam yang jadi penopang kebutuhan energi nasional, saat ini, kurang lebih 25 % kebutuhan energi nasional masih tergantung pada kandungan emas hitam yang tersimpan di dalam bumi Mojodelik.
Tidak mau larut dan terus bergantung pada industri migas, Hj. Yuntik Rahayu terus berusaha menciptakan terobosan – terobosan baru yang memiliki prospek ke arah kemajuan Desa yang dipimpinnya. Terbaru, Beliau menyulap lahan perengan sungai kali gandong menjadi tempat wisata Desa yang terkenal dengan nama “ Puthuk kreweng “
Walau baru se-umur jagung…, wisata puthuk kreweng sudah menjadi salah satu icon wisata Desa di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Tempat wisata yang menyuguhkan pemandangan alami daerah perengan sungai ( pinggir kali) ini menyimpan berjuta pesona pemandangan alam di tambah meliuknya aliran sungai gandong menjadi pelengkap pemandangan yang mampu menghipnotis siapa saja yang menikmati nya.
Ter – gress… Desa Mojodelik masuk nominasi Desa Brilian Nusantara bersama dengan Desa-desa lain di Indonesia , dan ini tentunya merupakan buah karya dari uluran dan kerja keras Kepala Desa Mojodelik Hj Yuntik Rahayu bersama warganya.
Di setiap moment perkumpulan baik itu di tingkat Dusun atau Desa , sosok perempuan ramah ini selalu memberikan motivasi dan semangat kepada warganya agar tidak terlalu bergantung pada industri Migas, kalau pun berharap itu harus disesuaikan dengan kapasitas diri dan tidak asal minta jatah pekerjaan.
“ Industri Migas itu ada masanya, jadi jangan terlalu fokus disana. Boleh saja mengais pundi – pundi rupiah di industri migas, tapi harus disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan diri” ujarnya saat dihubungi oleh wartaku.id, 05 Oktober 2021.
Masih menurut Hj.Yuntik Rahayu, Proyek Itu ada masa aktifnya, jika sudah habis masa tenggang waktunya. Maka keadaan akan kembali ke sedia kala dan hanya akan meninggalkan cerita-cerita bagi generasi selanjutnya.
“ Project itu kan ada masanya, lebih baik kita fokus terus membuat inovasi – inovasi yang lebih bermanfaat dan dapat dinikmati oleh generasi-generasi penerus kita” Pungkasnya (Ham/Red)



Comment