Kebun Jeruk di Trucuk, Miliki Potensi Sebagai Lokasi Agro Wisata.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Bojonegoro terkenal dengan kebun belimbing dan jambu yang sudah menjadi ciri khas, namun selain itu juga terdapat berbagai kebun lain diantaranya kebun jeruk yang berada di desa Sumberrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.

Sukar, pemilik kebun jeruk mengaku dari tahun 2016 mulai menanam jeruk. Menurutnya butuh waktu 2 tahun terhitung dari awal tanam hingga pohon jeruk berbuah dan dapat di panen.

“Bukan hanya di Malang dan Bali aja, Bojonegoro juga punya jeruk, “jelasnya.

Pihaknya juga menjelaskan untuk merawat jeruk sendiri tidaklah susah, bibit jeruk yang di ambil dari Purwokerto tersebut kemudian di tanam dengan sistem stek atau menempelkan bibit kepada batang pohon yang sebelumnya sudah ada atau mati kemudian setelah tumbuh barulah di kasih dengan pupuk organik.

“Cuman dikasih pupuk organik sama di semprot untuk menghilangkan hama dengan pupuk organik juga namun yang bentuk cair, “ungkapnya.

Hingga saat ini Sukur memiliki sekitar 130 pohon jeruk yang ada di dua lahan miliknya. Uniknya, dua lahan miliknya yang berbeda sekitar 20 meter tersebut memiliki jenis tanah yang berbeda, sehingga buah jeruk yang dihasilkan juga memiliki rasa yang berbeda.

“Kalau yang di jenis tanah merah rasanya cenderung manis dibandingkan yang berada di lahan dengan jenis tanah coklat biasa yang rasanya sedikit asam namun segar, tidak ada perawatan berbeda namun kemungkinan rasa jeruk yang berbeda itu pengaruh dari tanahnya”tuturnya.

Sukur mengaku belum berani membuka kebun jerunya untuk umum, disebabkan masih dalam situasi pandemi Covid-19. Namun, jika menginginkan datang dan memetik buah jeruk langsung dari pohon, pihaknya tetap memperbolehkan dengan syarat konfirmasi sebelumnya.

Sementara untuk penjualan sendiri dilakukan secara online yang dibantu anaknya dengan sistem COD. Meskipun begitu, di musim panen kali ini pihaknya mampu menjual jeruk hingga 60 kilo per hari.

“Satu kilo di bandrol harga Rp. 10.000 saja, “imbuhnya.

Salah satu pengunjung, mengungkapkan bahwa kebun jeruk tersebut merupakan inovasi baru setelah kebun belimbing dan jambu kristal/merah yang ada di Bojonegoro, oleh karena itu perlu dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan rakyat.

“Perlu diberitahukan kepada warga bahwa di Bojonegoro ada kebun jeruk jadi tidak usah beli jauh-jauh,”terang Suwartik yang merupakan pensiunan dinas Sosial Bojonegoro dan dinas pariwisata. (Mil/Red)

Comment