Cak Sariban: Hari Puisi Sedunia Jadi Momentum Kebangkitan Pelaku Sastra Tuban.

TUBAN, Wartaku.id – Hari ini Senin (21/03/2022) merupakan momentum Hari Puisi Sedunia, yang mana diharapkan bisa menjadi pendorong gerakan literasi untuk mengidupkan tradisi lisan, menulis, dan membaca. Terutama puisi yang sudah terancam punah. Selain itu, peringatan ini juga menjadi ajang untuk mengenang atau bahkan mengenal para penyair dari seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, kita memiliki Chairil Anwar, W.S Rendra, Sapardi Djoko Damono, dan masih banyak lagi sebagai penyair dengan karya-karyanya yang luar biasa.

Di Tuban penulisan puisi sesungguhnya dalam lima tahun terakhir ini tumbuh dengan subur ditandai dengan tumbuhnya komunitas komunitas sastra yang didalamnya melahirkan puisi. Misalnya Ikatan Guru Penulis Tuban, Komunitas Sastra Malam Minggu, komunitas Gerakan Tuban menulis, komunitas Kali Kening dari Bangilan, dan Kostra Unirow.

Dr. H. Sariban mengatakan, “Momentum peringatan hari puisi sedunia yang jatuh pada tanggal 21 Maret ini sangat penting bagi anak anak milenial, karena peringatan ini sendiri dilatar belakangi oleh suatu pernyataan bagaimana kreasi tulisan ekspresi sastra dalam bentuk puitis berkontribusi dalam hadirnya nilai kemanusiaan dan memberi ruang untuk semua orang berkreasi didalam bidang sastra genre puisi,” katanya.

“Anak anak milenial kecerdasan pengetahuannya lebih bagus dari pada orang masa sekarang yang sudah masa generasi old, tetapi anak anak milenial perlu belajar dunia rasa, dunia batin yang bermuara di dunia spiritual karena ketika kita mengekspresikan tulisan dalam bentuk puitis itu sesungguhnya yang dominan adalah pengembangan nilai nilai kepekaan rasa, kepekaan emosi yang didalamnya sangat membantu sekali di kehidupan kita sehingga tidak cukup pengetahuan saja tapi perlu terus mengembangkan, mengasah potensi rasa dan itu dapat di wujudkan melalui puisi yang sangat sinkron dengan sekarang hari puisi yang kita peringati,” lanjut Cak Sariban yang pernah menjadi Kepala SMP Negeri 1 Widang.

Ditanya tentang apa yang seharusnya dilakukan Bupati Tuban agar pembinaan dan pengembangan pelaku sastra puisi di Tuban bisa lebih berkembang, guru SMP Negeri 2 Tuban ini mengatakan, “Ada dua hal yang bisa dilakukan pemerintah daerah melalui dinas terkait, yang pertama pengumpulan penyair Tuban dengan penerbitan kumpulan puisi pengarang penyair tuban secara periodik dalam satu tahun satu buku misalnya dan yang kedua membangun ruang ruang apresiasi sastra, ruang ruang pembacaan puisi di tuban,” kata Doktor bidang keilmuan sastra dan pengarang itu.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa momentum tanggal 21 Maret adalah merupakan memontem kebangkitan pelaku sastra dimana pada tanggal ini merupakan hari puisi sedunia. (Hen)

Comment