Viral Video Pernikahan Warga Bojonegoro Di Tengah Banjir.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Beberapa waktu terakhir media sosial Bojonegoro di ramaikan dengan konten pernikahan yang berlangsung di tengah banjir, dalam video juga disertakan lokasi peristiwa tersebut berada di RT 5, RW 1 Dukuh Kendal, Desa Sidodadi Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro.

Meskipun benar ada warga di desa tersebut yang melangsungkan pernikahan di tengah banjir, namun beberapa video yang beredar bukan merupakan video pernikahan yang asli.

“Nggih enten sing leres, enten sing mboten leres (iya benar ada yang benar ada yang tidak), tapi ada video yang beredar bukan disini melainkan di edit dikasih alamat sini, ” Ungkap Ali Musthofa selaku sekertatis desa atau carik Desa Sidodadi Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, (27/11/2022)

Ia menuturkan pemilik hajat tersebut adalah Solikhin yang menikahkan anak pertamanya, Andik dengan video yang benar adalah saat pengantin perempuan yang sudah memakai gaun dan di gendong untuk melewati banjir. Sementara peristiwa banjiir tersebut berawal saat hujan mengguyur wilayah setempat dan menyebabkan Kali Pacal tidak mampu menampung debit air, sehingga banjir terjadi di beberapa wilayah Bojonegoro.

“Waktu acara selametan atau kenduri Jum’at (25/11/2022) itu belum ada air, kemudian air tiba mendadak saat menjelang pagi di hari esoknya bertepatan dengan undangan siang malam dan terus meningkat hingga menggenangi pelataran rumah, ” Jelasnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun akibat peristiwa tersebut, Ali menuturkan acara jadi terhambat karena pelataran rumah yang digunakan sebagai penerima tamu tergenag air kurang lebih setinggi betis orang dewasa, selain itu banyak tamu undangan yang tidak hadir.

“Acara tetap berlangsung, setelah acara semua dekorasi juga langsung dibereskan, ” Lanjutnya.

See also Konsleting Listrik Kembali Jadi Penyebab Si Jago Merah Lahap Toko di Margomulyo.

Menurutnya saat ini banjir sudah surut, dan tidak ada genangan lagi. Ali juga mengungkapkan bahwa di wilayahnya bukan termasuk langganan banjir, namun banjir kali ini merupakan terparah.

“Kemarin ada yang meninggal juga dan sempat tertunda pemakamanya karena banjir, karena memang genangan air mengganggu aktivitas warga, untungnya genangan air tidak berlangsung lama, ” Tutupnya.(Mil/Red)

Comment