BOJONEGORO, Wartaku.Id – Memasuki musim penghujan di beberapa wilayah Indonesia yang secara geografis rawan adanya bencana, Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mengeluarkan himbauan kesiapsiagaan menghadapi fenomena hidrometeorologi.
Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipicu oleh kondisi cuaca dan iklim dengan berbagai parameternya. Ketika musim hujan potensi bencana hidrometeoroli, yang mungkin terjadi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri menyebut, 98% potensi bencana hidrometeorologi terjadi di Indonesia, dan akan terjadi sepanjang tahun. Di musim hujan pada Desember 2021 hingga Januari dan Februari 2022.
Kewaspadaan harus tetap dilakukan, mengingat adanya fenomena La Nina, yang mengakibatkan intensitas curah hujan meningkat 20 hingga 70 persen dari normalnya, sehingga diprediksi dapat membawa dampak fenomena hidrometeorologi.
Kepala BPBD Bojonegoro, Ardhian Orianto himbau masyarakat agar tetap meningkatkan antisipasi dan kesiapsiagaan, diantaranya menyimpan barang penting ke tempat aman, dan membatasi aktivitas di luar rumah, terlebih saat hujan turun.
“Jika berada di luar rumah saat hujan maupun angin lebih baik hindari pohon besar, baliho, dan saluran air/ gorong-gorong,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan menyiapkan tas siaga, yang berisi makanan, minuman, obat, uang, pakaian, dokumen berharga, dan lain-lain. Masih dalam masa pandemi, penerapan protokol kesehatan berupa 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan sabun) juga harus tetap dilakukan.
Selain menghimbau masyarakat, Ia juga meminta kepada pihaknya yaitu petugas BPBD untuk selalu memantau kondisi terkini lapangan dan menyebarkan informasi peringatan (curah hujan, tinggi muka air) dan potensi wilayah terdampak, juga berkoordinasi dengan stakeholder dalam penyiapan tim siaga bencana dan sumberdaya.
Selain itu, mengidentifikasi tempat pengungsian termasuk infrastruktur pengungsian sesuai protokol kesehatan.
“Tak lupa mengidentifikasi kebutuhan logistik dan peralatan, memastikan alat peringatan dini berfungsi dengan baik, dan tentunya memastikan ketersediaan rambu dan jalur evakuasi,” tutupnya Ardhian. (Mil/Red)


Comment