Memasuki Puncak Musim Kemarau, 10 Desa di Bojonegoro Kekeringan

Bojonegoro, wartaku.id – Memasuki puncak musim kemarau, 10 Desa di Bojonegoro Kekeringan, kemarau yang di perkirakan akan terjadi di bulan Agustus 2023 ini, sejumlah desa sudah mulai terdampak. Setidaknya ada 10 desa yang sudah di droping air bersih akibat kekeringan. Selasa, (01/08/2023)

Kepala Badan Pelaksana Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Ardhian Orianto menuturkan bahwa puncak musim kemarau berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diperkirakan kan terjadi di bulan Agustus 2023.

BACA JUGA:
Ramai Isu Seragam Sekolah Mahal, Pimpinan DPRD Bojonegoro Sebut Sekolah Bergeser Menjadi Makelar Baju Seragam.

“Prediksi BMKG, puncak fenomena alam kemarau ini terjadi di bukan Agustus,” jelasnya saat di temui wartaku.id pada Senin, (31/07/2023)

Memasuki puncak musim kemarau, 10 Desa di Bojonegoro Kekeringan, Hingga saat ini, pihaknya telah droping air bersih sebanyak 103 tangki air bersih ke 10 desa di 9 kecamatan yang sudah terdampak. Diantaranya, Desa Sugihwaras, Desa Malingmati, Desa Jatimulyo, Desa Karangdinoyo, Desa Meduri, Desa Siwalan, Desa Kepohbaru, Desa Dukohkidul, Desa Miyono, dan Desa Sumberjokidul.

“Kita droping tiga hari sekali, ada yang empat hari sekali, ada yang dua hari sekali tergantung jumlah Kepala Keluarga yang terdampak,” ujarnya.

Selain droping air bersih, Ardhian mengaku juga menyiapkan tandon dengan kapasitas 1.200 liter air dan terpal untuk penampungan air bersih, serta jirigen di masing-masing desa sebanyak 30.

“Himbauan kami, masyarakat bisa menghemat air se maksimal mungkin, dan mengantisipasi kegagalan panen mungkin bagi pertanian tadah hujan, kemudian mencari sumber-sumber alternatif air yang ada di sekitarnya,” imbuhnya. (Mil/Red)

See also  Seorang Pria Warga Ngumpakdalem Ditemukan Gantung Diri.

Comment