Memasuki Musim Kemarau, BMKG Tuban Imbau Petani Pertimbangkan Kondisi Sumber Air.

TUBAN, Wartaku.id – Memasuki musim kemarau 2022, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Tuban mengimbau kepada petani agar mempertimbangkan kondisi sumber air.

Arbi Susilo Widayat, selaku Prakirawan BMKG Tuban, mengungkapkan bahwa saat ini sudah memasuki musim kemarau, sehingga bagi masyarakat Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya yang mayoritas berprofesi sebagai petani dihimbau untuk mengantisipasi gagal panen akibat kekurangan sumber air.

“kalau mau menanan tanaman jagung, padi, kacang, dan sebagainya, agar mempertimbangkan kondisi sumber air, kalau petani tadah hujan ya di cancel dulu, karena sudah memasuki musim kemarau, takutnya gagal panenn,” ungkapnya pada 14/05/2022 melalui pesan singkat.

Menurutnya, musim kemarau dimulai pada minggu-minggu ini dan puncaknya akan terjadi pada bulan agustus mendatang. Hal tersebut ditandai dengan posisi matahari yang sudah berada di Utara garis Khatulistiwa, sehingga hal ini sebagai tanda bahwa akan masuk musim kemarau.

“Musim kemarau ditandai dengan pertumbuhan awan dan fenomena hujan berkurang,” jelasnya.

Peristiwa tersebut juga menjadi penyebab suhu udara pada sing hari terasa sangat panas dibandingkan sebelumnya tidak ada pertumbuhan awan.

“Namun bukan masuk gelombang panas, karena syarat gelombang panas itu apabila dalam 5 hari atau lebih secara berturut-turut suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5° C,” terangnya.

Arbi juga menambahkan menurut Deputi Meteorologi mengatakan bahwa hatus diwaspadai terjadi panas terik seperti saat ini hingga akhir bulan Mei, sehingga untuk menghadapi hal tersebut Ia mengungkapkan agar masyarakat lebih banyak minum air putih sehingga terhindar dari dehidrasi.

“Untuk kesehatan, banyak minum air putih supaya tidak dehidrasi,” tutupnya. (Mil/Red)

Comment