Marak Jasa Pembuatan Sertifikasi Nikah Siri Geratis di Medsos, Panitera Pengadilan Bojonegoro Sebut Sesat

Bojonegoro, wartaku.id – Banyaknya layanan pembuatan sertifikat nikah siri secara ilegal di Kabupaten Bojonegoro yang tersebar di media sosial, ketua Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Bojonegoro sebut bahwa layanan tersebut menyesatkan.

Ketua Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro, Sholikin Jamik menegaskan berdasarkan Undang-Undang yang berlaku, layanan pembuatan sertifikat nikah siri sebenarnya sangat menyesatkan. Hal tersebut dikarenakan dapat menjadi penyebab masyarakat tidak taat hukum.

Baca Juga:
Laka Beruntun di Banjarejo Bojonegoro, Satu Balita Meninggal di TKP

“Sebab secara langsung mengajari kepada masyarakat untuk tidak taat terhadap hukum yang berlaku di Indonesia,” ungkapnya.

Meskipun menikah secara siri diperbolehkan namun, dalam hukum disebutkan bawah pernikahan dianggap sah apabila memenuhi syarat dari ketentuan agama dan harus dicatatkan secara resmi secara kenegaraan.

“Nikah siri tentu ada 2 sisi, dari sisi hukum Islam perlu diuji 5 syarat orang menikah dan menjadi rukunnya menikah yang menyebabkan nikahnya sah atau tidak, bahkan lebih mengkhawatirkan pada prosedur layanan nikah siri tidak ada yang bertanggung jawab atas hal tersebut,” terangnya.

Menurutnya contoh sertifikat nikah tidak memiliki kekuatan hukum dan tidak memiliki efek akibat hukum. Sehingga akan merugikan, karena ikatan hubungan yang dijalankan tidak memiliki perlindungan hukum.

“Apabila ingin melakukan ibadah pernikahan lakukanlah dengan syarat dan rukun yang sudah di tetapkan agama islam dan harus dicatatkan sesuai prosedur, Karena dampaknya sangat merugikan terutama kaum wanita,” jelasnya.

Sholikin menambahkan Diantara dampak dari pernikahan siri adalah, anak yang lahir tidak bisa dicatatkan dan harus menggunakan nama ibunya, kedua ketika terjadi perceraian tidak bisa menuntut hak pasca cerai. (Mil/Red)

Comment