BOJONEGORO, Wartaku.id – Belum ditemukan, Hari ke-2 pencarian korban tenggelam, Paeran (79) akibat terpeleset di Bengawan Solo di lakukan doa bersama di tempat kejadian perkara. Kamis, 10/03/2022.
Muhammad Nurul Musthofa yang merupakan menantu korban, memimpin doa disertai pembacaan Yasin dan Iqomah. Diikuti tim SAR dan warga, doa bertujuan agar korban segera ditemukan.
“Tujuanya agar segera ditemukan,” ungkapnya.
Setelah doa, Ritual dimulai dengan membaca Surah Yasin, kemudian adzan dan iqomah, terakhir doa. Setelah doa, juga ada ritual menghanyutkan bantal dan tongkat milik korban, serta rokok dan telur.
“Sebagai syarat kata orang-orang yang paham, kita tinggal menjalankan,” jelasnya.
Muhammad Nurul Mustofa menjelaskan, korban awal mula diketahui hilang oleh anaknya sepulang dari luar, yang tidak mendapati korban di rumah. Kemudian, anak korban yang merupakan adik ipar Mustofa mencari di warung kopi yang biasa didatangi. Namun tidak ada juga, akhirnya korban kembali ke rumah berencana membuang sampah.
“Namun, tempat sampah sudah tidak ada. Akhirnya langsung ke sini (lokasi kejadian) dan menemukan tongkat bapak (korban) tergeletak,” ujarnya. (Mil/Red)



Comment