Diterjang Derasnya Arus, Jembatan Di Kapas Putus Akibatnya Warga Harus Memutar 12 KM.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air dan arus bengawan di bawah jembatan yang menghubungkan Desa Bendo dengan beberapa desa lainya di Kecamatan Kapas putus. Akibatnya warga pengguna jembatan harus memutar sejauh 12 kilometer.

Peristiwa putusnya jembatan alternatif tersebut berawal pada hari Jum’at (21/10/2022) saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama 2 jam. Akibatnya jembatan yang dibangun oleh kontraktor sebagai alternatif karena jembatan utama dalam perbaikan tersebut tidak dapat menahan derasnya arus, sehingga ambrol. Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka.

“Jadi mungkin saja pas waktu arus deras terus di jembatan banyak kayu-kayu yang ikut hanyut membuat aliran sungai tersumbat dan jebol,” Ungkap Kepala Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Bambang Caroko.

Akibat putusnya jembatan darurat ini, membuat warga setempat yang hendak ke dusun sebelah maupun pengguna jembatan sebagai jalur alternatif menuju Kecamatan Sukosewu tersebut harus memutar hingga kurang lebih 12 kilometer.

“Kami pihak desa meminta pihak kontraktor untuk segera membuat jembatan darurat lagi. Karena sesuai di papan pembangunan jembatan utama dikerjakan selama 180 hari, sehingga akan jadi sekitar bulan Desember nanti, “tutupnya. (Mil/Red)

Comment