BOJONEGORO, Wartaku.Id – Jembatan utama penghubung Desa Sumberjo Kentong, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro dengan Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban ambrol, sehingga arus lalu lintas di tutup sementara bagi kendaraan roda empat dan kendaraan bermuatan.
Menurut warga sekitar, ambrolnya jembatan tersebut disebabkan hujan lebat yang mengguyur wilayah setempat selama semalam sehingga debit air kali Kening mengalami peningkatan.
“Ambrolnya dari tadi malam, dikarenakan air datang dengan arus yang deras setelah hujan,” ungkap Sukijan warga asal Sumberjo Kentong.
Jembatan yang rencananya akan di lebarkan tersebut ambrol di sisi sebalah utara bagian barat yaitu di desa Sumberjo Kentong. Akibatnya hanya bisa dilewati untuk kendaraan roda dua tanpa muatan, sementara kendaraan roda empat maupun roda dua bermuatan dari arah Kecamatan Trucuk Menuju Kecamatan Parengan Tuban maupun sebaliknya harus mencari rute lain.
“Bisa melewati jembatan kereta api lama, dari Kentong ke Margorejo – Tuban,” Jelasnya.
Sementara itu, Uswatun kharomah yang jarak rumahnya tidak jauh dari longsornya tanah sekitar jembatan mengaku kandang sapinya juga menjadi terdampak dari longsoran dan sudah memindahkanya ke tempat yang lebih aman.
“Sudah saya pindahkan ke sebelah selatan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat itu jembatan dalam masa pembangunan pelengsengan dimasing-masing sisi. Setelah bagian Timur atau bagian Desa Selogabus selesai, selanjutnya pembangunan dilanjutkan di sebelah Timur atau desa Sumberjo Kentong. Namun belum sampai selesai, debit air sudah meningkat.
“Sudah di keruk mau di pelengseng, namun belum sampai di cor air datang,” tuturnya.
Sampai saat ini warga setempat masih menjaga di lokasi untuk mengatur lalu lintas, himbauan juga sudah terpasang di pertigaan jalan. Namun, masih banyak pengguna jalan baik roda empat maupun petani yang membawa jerami belum tau dan harus putar balik untuk mencari jalan lain. (Mil/Red)



Comment