Terkendala Sinyal Mahasiswi UNESA Kuliah Online Di Sawah.

BOJONEGORO – Dalam pandemi Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh dunia, di Negara Indonesia khususnya tidak menjadikan alasan untuk tidak belajar, penerapan belajar di rumah untuk memutus rantai persebaran Covid-19 sehingga diperlakukan stay at home atau tinggal di rumah, bekerja, belajar dan beribadah dirumah, melalui daring atau Online pembelajaran tetap dilaksanakan, seperti halnya yang di lakukan Mega Novita Mahasiswi Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya ini melaksanakan Kuliah Online di sawah, kesehariannya ia berada di Surabaya karena Pandemi Covid-19 ia harus pulang ke daerah asalnya dan belajar di rumah.

Mahasiwi (22) Tahun kelahiran Trucuk – Bojonegoro Jawa Timur ini selalu melaksanakan Kuliah Online di sawah tidak menutup kemungkinan ia akan melaksanakan Ujian Akhir Semesternya di sawah, yang berjarak 1 Km dari rumahnya. Meski terpapar teriknya matahari ia tetap melaksanakan tanggung jawabnya untuk Belajar.

Mega Novita Sari - Mahasiswi UNESA Jurusan Teknologi Pendidikan
Mega Novita Sari – Mahasiswi UNESA Jurusan Teknologi Pendidikan

“Di rumah saya sinyalnya sulit mas jika saya buat buka Google atau Zoom Meet muter terus, saya tertinggal materi yang di sampaikan bapak ibu dosen melalui Zoom Meet atau Edmodo, saya mau ke Kota Bojonegoro tapi lingkungan saya Lock Down, sedangkan perkuliahan saya kan setiap hari, saya bingung kalo mau Daring bagaimana, sehingga saya arahkan HP saya ke sawah jalan terus eh… ternyata sinyal nya mau masuk ya sudah saya Kuliahnya di sawah kebetulan rumah saya dekat dengan Sawah di ujung sana 15 menitanlah jalan kaki, itupun ujian saya sempat tertunda gara-gara sinyalnya terputus teman – teman yang memberi semangat saya“ ungkap Mega.

Dalam perjalanannya Mahasiswi yang akrab di panggil Mbak Anye ini seringkali di lontarkan petanyaan – pertanyaan wes mari topo ne? (Sudah selesai bertapa nya) oleh tetangga dan warga yang sedang aktititas panen di sawah, bagaimana tidak melihat lingkungan sawah yang biasanya penuh dengan tanaman padi, dan jagung, tempat menggembala sapi dan kambing, kini di jadikannya tempat untuk belajar,

See also Cegah Penularan COVID-19, Mojodelik Kompak Semprotkan Cairan Disinfektan.

Kendati demikian ia tetap merasa Enjoy dan bersyukur bisa belajar meski kadang sering di buat gurauan teman – temannya saat Video Call saat pembelajaran berlangsung, ia berharap Covid-19 ini segera berakhir agar dapat kembali melakukan Aktivitas seperti biasanya, tidak ada batasan untuk belajar, dimana dan kapan saja, belajar tetap bisa di lakukan terlebih di tengah Pandemi Covid-19 saat ini. Tetap Semangat Mbak Anye semoga lancar kuliahnya. (Source : Firnanda Rosi/Mei 2020) – DNS

Comment