Ratusan Siswa SMA Ikuti Dialog Interaktif Remaja Bersama BNN Kabupaten Tuban.

TUBAN, Wartaku.Id – Siswa/Siswi SMA Negeri 2 Tuban, Siswa/Siswi SMA Negeri 3 Tuban, Siswa/Siswi SMA Negeri 4 Tuban, Siswa/Siswi SMK Negeri 1 Tuban, Siswa/Siswi SMK Negeri 3 Tuban, Siswa/Siswi MAN 1 Tuban, dan Siswa/Siswi MA Salafiyah berkumpul di Cafe D’Saerah Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Rabu (16/03/2022).

Siswa yang Hadir tersebut dalam rangka mengikuti Kegiatan BNNK Kabupaten Tuban yang di kemas dalam bentuk Dialog Interaktif Remaja.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Sub Koordinator Sie P2M BNNK Tuban, Andalan Cabang Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Tuban, Staf Pengelola Rehabilitasi Sosial dan Lansia Dinas Sosial, P3A, dan Pemas dan Desa Kabupaten Tuban.

Dalam dialok Interakti Remaja yang di gelar mulai jam 08.00 tersebut diawali dengan registrasi peserta untuk seluruh peserta yang hadir kemudian dilanjutkan dengan mengisi lembar profil peserta dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat

Pada sesi pertama disampaikan paparan materi oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tuban Subowo, SM., MM tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Definisi dan Manfaat PHBS, Makna sehat dan sakit, serta Gaya hidup sehat remaja.

” Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat”, papar Subowo SM., MM

Lebih lanjut Subowo menyampaikan, ” Tujuan utama dari gerakan PHBS yaitu meningkatkan kualitas kesehatan dengan cara menyadarkan atau memberikan pengetahuan kepada individu agar mau berkontribusi dalam menjalani kehidupan yang bersih dan sehat sehari-harinya”, katanya

Sementara di sesi kedua paparan materi oleh Dinas Sosial, P3A, dan Pemas dan Desa Kabupaten Tuban Ana Zubaidah, S.Psi menyampaikan tentang Self Regulation Remaja  Mengontrol implus dan emosi, Mengontrol pengaruh lingkungan terhadap diri, Menyadari pemikirannya sendiri, menyadari dan menggunakan sumber-sumber informasi yang diperlukan serta merasa memiliki kewajiban menyelesaikan tugas sekolah.

Setelah pemaparan dua Nara sumber tersebut kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab oleh para peserta. Dari pantauan wartaku.id seluruh peserta dialok interaktif remaja terlihat antusian dengan menyampaikan banyak pertanyaan untuk kedua Nara sumber. (Hen)

Comment