BOJONEGORO, Wartaku.Id – Datangi Kantor Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) setempat, sebanyak 30 tenaga Guru Tidak Tetap (GTT) atau guru honorer di Kabupaten Bojonegoro sampaikan keinginan penambahan kuota untuk tenaga pendidik, dan penambahan jumlah guru yang lolos Aparatur Sipil Negara (ASN) pada seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Ketua Forum GTT dan PTT K2 Kabupaten Bojonegoro, Arif Ida Rifa’i mengungkapkan, bahwa tujuannya mendatangi PGRI tersebut untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan nasib guru honorer. Menurutnya dalam recruitment PPPK banyak rekan guru honorer yang terkalahkan oleh rekan lainnya yang tersertifikasi dan berada di sekolah induk.
“Tidak sedikit rekannya yang telah melampaui nilai passing grade akan tetapi tidak lolos dalam formasi yang disediakan,” ungkapnya.
Pasalnya dari total kurang lebih 6.000 GTT yang ada di Bojonegoro terkendala pada ketersediaan formasi yang terbatas. Misalnya dari 351 formasi tenaga guru, hanya tersedia untuk guru di beberapa mata pelajaran saja, seperti Mata pelajaran Agama, Guru Kelas, Guru PJOK dan IPA, sedangkan untuk mata pelajara lain tidak ada.
“Untuk Guru Mapel lain, misal Bahasa Inggris, BK, itu belum ada,” imbuhnya.
Pihaknya menginginkan seleksi PPPK di tahapan selanjutnya yaitu tahapan ke -2 maupun, ke -3 agar ada regulasi khusus dan tambahan kuota.
“Harapanya PGRI dapat membantu memperjuangkan nasib para GTT di sekolah negeri agar terakomodir di PPPK, terlebih bagi yang berumur diatas 35 tahun karena sudah terbentur usia sehingga tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi berikutnya, ” Harapnya.
Sementara, Ketua PGRI Bojonegoro, Ali Fatikin, mengungkapkan bahwa PGRI dianggap Sebagai rumah yang menyambut dengan baik aspirasi yang disampaikan oleh forum GTT.
“Karena semangat PGRI bertujuan mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Bojonegoro, dengan guru yang berkulitas, sejahtera, bermartabat dan terlindungi,” ungkapnya.
Pihaknya juga menampung seluruh saspirasi dan berjanji akan menindaklanjuti persoalan tersebut. Sementara dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan audiensi dengan Bupati dan akan menyampaikan harapan dari guru honorer.
“Kami tampung aspirasinya dan kami PGRI akan menindak lanjuti dengan langkah langkah yang kami bisa. Selain itu, dalam waktu dekat akan kami sampaikan kepada Ibu Bupati melalui audiensi,” tutupnya. (Mil/Red)


Comment