BOJONEGORO, Wartaku.id – Diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Jembatan Terusan Penghubung Kabupaten Bojonegoro menuju Kabupaten Tuban (TBT) merupakan aset milik pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan ini merupakan kerja nyata bupati Anna Mu’awanah dalam 3 tahun kepemimpinanya.
Turut hadir dalam peresmian jembatan TBT Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Wihadi Wiyanto, anggota DPRD Provinsi Jatim Budiono, Nur Aziz dan Agung Supriyanto, Angota DPRD Bojonegoro, Kepala OPD dilingkup Pemprov Jatim, serta jajaran OPD Kab. Bojonegoro, dan perangkat Desa di Kabupaten Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, mengungkapkan pembangunan jembatan tersebut menggunakan anggaran dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro dengan menghabiskan dana kurang lebih 93,8 milyar, selain itu nantinya biaya perawatan jembatan juga akan menggunakan APBD Kabupaten Bojonegoro.
“Anggarn pembangunan jembatan bersumber dari anggaran Bojonegoro murni,” ungkapnya.
Meskipun begitu, Bupati menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tuban juga turut serta dalam pembangunan jembatan tersebut dengan menghibahkan tatakan bantalan tanahnya yang berada di sisi Rengel ke Pemkab Bojonegoro, sehingga jembatan tersebut merupakan aset milik Pemkab Bojonegoro.
“Pemkab Tuban juga membantu menghibahkan tatakan bantalan untuk jembatan,” jelasnya.
Untuk pengembangan jembatan sampai saat ini sudah terpasang lampu-lampu, Sehingga masyarakat bisa mengelola tempat yang ada di bawah jembatan untuk wisata kuliner.
“Sementara ini jembatan juga dilengkapi lampu-lampu sehingga di bawah jembatan bisa digunakan sebagai penataan tempat pariwisata kuliner untuk ekonomi ultra miko dan mikro yang sedang ditata,” tutuenya.
Sedangkan Bupati menyebutkan bahwa pembangunan jembatan yang terletak di Kecamatan Kanor dan Kecamatan Rengel tersebut lebih dikenal masyarakan dengan sebutan jembatan Ka-Re.
“Masyarakat sampai saat ini masih mengenal jembatan ini Kare berawal dari Waktu itu saya sepontan menyebutkan Ka-Re, namun dengan sudah terbangunya jembatan dan terhubungnya dua belah pihak kabupaten sehingga saya namakan jembatan terusan Bojonegoro tuban (TBT),” Jelasnya.
Dengan begitu, Bupati berharap agar jembatan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Kanor atau Rengel, melainkan untuk masyarakat Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.
“Harapannya minimal mempermudah akses transportasi, menumbuh kembangkan sektor ekonomi, mendekatkan pelayanan masyarakat,”tutupnya. (Adv/Mil/Red)
Baca Juga :



Comment