Pemkab BojonegoroTarget Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) Tahun 2020 Naik 42,80 Persen.

BOJONEGORO – Pemkab Bojonegoro Target Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) pada tahun 2020 Naik 42,80 Persen, ini terungkap saat acara cetak massal Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di ruang Angling Dharma, Selasa (25/2/2020), Kepala Badan Pendapatan Daerah Ibnu Suyuti, mengatakan dengan perkembangan zaman dan perekonomian Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) mengalami pertumbuhan dan peningkatan, sehingga potensi PBB juga mengalami kenaikan, karena NJOP merupakan dasar penilaian PBB.

Menurutnya peningkatan NJOP tersebut sangat cepat terjadi terutama pada wilayah perkotaan yang mengalami percepatan pembangunan, termasuk juga pembangunan yang di jalan-jalan negara, propinsi maupun jalan poros kecamatan. Oleh karena itu penerimaan PBB juga mengalami peningkatan.

Dijelaskan pula target penerimaan PBB-P2 di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun 2019 Rp. 28.717.750.000 Milliyar naik menjadi Rp. 41.009.082.000 Milliyar atau mengalami kenaikan sebesar 42,80 % di tahun 2020,

Selain itu jumlah SPPT PBB di tahun 2019 sebanyak 728.958 lembar menjadi 730.730 lembar di tahun 2020 termasuk pengurangan terhadap fasilitas umum yang dihapus Pengenaannya. Begitupun potensi PBB pertahun berjalan naik di tahun 2019 Rp 31.231.119.983 menjadi Rp. 41.738.821.628 di tahun 2020.

Menghindari keterlambatan pendistribusian SPPT kepada wajib pajak, Pemkab Bojonegoro cetak massal Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Bupati Bojonegoro, Anna Muawannah menyatakan, peningkatan PBB merupakan target besar yang harus dicapai Pemkab Bojonegoro, maka butuh instrument, yaitu melakukan klastering terhadap PBB yang di kenakan, maka ada dua subtansi komponen yang harus direview. Yaitu nilai tanah dan nilai kelas bangunan, termasuk nilai kelas bangunan itu juga ada dua, yakni nilai bangunan hunian dan nilai bangunan yang komersial. Instrument yang kedua adalah mengenai data, tahun 2019 pemkab mencetak 98.000 bidang tanah.

Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Sedangkan rencana untuk tahun 2020 ada 150.000 bidang tanah PTSL, kemudian kekuranganya akan di selesaikan di tahun 2021. Berdasarkan kenaikan target tersebut Bupati Bojonegoro, meminta kepada semua pihak untuk saling berkoordinasi dalam pemungutan dan penyelesaian permasalahan PBB-P2, agar target dapat dicapai, sehingga dapat mendukung pembangunan di Bojonegoro. (Ar/Red)

Comment