Kembali Ke Zona merah, Sejumlah Objek Wisata Di Bojonegoro Ditutup Sementara.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Kembali ke zona merah, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menutup sementara sejumlah objek wisata dan kolam renang yang dikelola Pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten maupun ODP yang terkait, penutupan sementara objek wisata dan kolam renang tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, dalam rangka libur Hari Raya Natal dan Libur Tahun Baru.

Penutupan sejumlah objek wisata dan kolam renang tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Bojonegoro, Nomor : 188/4706/SE/412.221/2020 Tanggal 23 Desember tentang penerapan 4 M dan CHSE pada Destinasi Pariwisata di Kabupaten Bojoengoro.

Adapun isi surat Bupati tersebut berbunyi :

Sebagai upaya memutus matai rantai penyebaran covid 19, selain penerapan 4 M (mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker dan menjauhi kerumunan) dalam rangka antisipasi Libur Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 mulai tanggal 24 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021 agar diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Kayangan Api Juga Ditutup Sementara
Kayangan Api Juga Ditutup Sementara
  1. Menutup sementara seluruh Destinasi Wisata dan Kolam Renang baik yang dikelola Swasta, Pemerintah Desa, maupun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai hari kamis tanggal 25 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021.
  2. Kepala ODP yang tergabung dalam satuan Gugus Tugas penanganan covid 19 dan seluruh Camat se Kabupaten Bojonegoro, dimohon ikut memantau perkembagan covid 19 dan melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi masing-masing.
  3. Para camat supaya ikut serta memantau penutupan tempat wisata dan kolam renang di wilayah kecamatan masing-masing.

Danton yang merupakan salah satu pengelola wisata Kayangan Api membenarkan bahwa penutupan Wisata dilakukan pada hari ini, 24 Desember 2020 termasuk juga Wisata Kayangan Api yang tampak di pasangi plang penutupan.

“Benar, wisatanya tutup mulai pagi hari ini dan kami juga mendapat Surat Edaran Bupati baru pagib tadi,” kata Danton saat ditemui pada 24 Desember 2020.

Ia juga mengatakan dengan penutupan wisata sangat berdampak bagi perekonomian keluarga, karena tidak ada pemasukan disamping itu istrinya juga berjualan di tempat wisata tersebut.

“Dengan penutupan ini sebenarnya agak sedikit susah karena tidak ada pemasukan. Sebab selain saya sebagai petugas disini, istri saya juga berjualan disini,” tuturnya saat ditemui tim wartaku.id

Sementara itu, dari pintu masuk terlihat beberapa rombongan wisatawan yang terpaksa putar balik karena penutupan wisata tersebut. (Ay/red)

Comment