Calon Kades Tunggal Tetap Bisa Maju Untuk Dipilih.

BOJONEGORO – Pemilihan kepala desa serentak Kabupaten Bojonegoro yang diselenggarakan pada tanggal 19 februarai 2020 mendapat perhatian serius dari Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Muawanah, terutama terkait calon tunggal yang selama ini ditakutkan oleh calon kepala desa.

Melalui Surat Bupati bernomor : 140/26/412.211/2020, tertanggal 31 Januari 2020, sehubungan dengan pelaksanaan tahapan Pilkades yang selama ini sudah berjalan secara efektif dan optimal sebagaimana tahapan yang telah ditentukan agar tahapan Pilkades tetap berlangsung dengan baik.

Dalam surat tersebut mengandung pengertian, bahwa proses Tahapan Pilkades tidak dapat ditunda oleh karena mundurnya Balon Kades, khususnya yang hanya terdiri dari 2 Balon Kades.
Sehingga Calon Kepala Desa setelah dinyatakan memenuhi persyaratan oleh Panitia Pilkades Tingkat Desa, yang dibuktikan dengan Berita Acara Penutupan Pendaftaran Balon Kades dan Berita Acara Hasil Penelitian dan Klarifikasi Berkas Administrasi Balon Kades apabila mundur, maka secara prinsip tidak menyebabkan penundaan Pilkades. Artinya meski hanya ada satu calon maka pemilihan kepala desa tetap dilaksanakan.

Saat dikonfirmasi Kepala Seksi (Kasi) Bina Administrasi dan Aparatur Desa DPMD Kabupaten Bojonegoro, Andri Firnandi membenarkan hal tersebut, “iya betul mas sesuai dengan surat Bupati Bojonegoro”.

Panitia Pilkades tingkat Desa wajib melaksanakan tahapan pelaksanaan Pilkades serentak sesuai yang telah ditetapkan sampai dengan pelaksanaan pelaporan pertanggungjawaban, dan dalam hal terdapat Balon Kades yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan mengundurkan diri dengan membuat Surat Pernyataan (berlaku baik untuk yang Balon Kadesnya 2(dua) atau lebih, maka Panitia Pilkades tingkat Desa tetap menetapkan Bakal Calon Kepala Desa yang bersangkutan menjadi Calon Kepala Desa yang berhak dipilih. (GF)