BOJONEGORO, Wartaku.id – Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi PDTT akan diterapkan pertama kali di Kabupaten Bojonegoro.
Program tersebut nantinya akan dilakukan pertama di Kabupaten Bojonegoro dengan memberikan beasiswa kepada kepala desa, perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), tenaga pendamping profesional, serta penggiat pemberdayaan masyarakat desa yang ada di Bojonegoro untuk menempuh pendidikan tinggi.
“RPL desa yaitu penghargaan yang diberikan kepada pengalaman kerja yang diperoleh, ini diberikan apresiasi menjadi SKS untuk menempuh S1,” ungkap Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar saat hadir dalam acara validasi dan sosialisasi di gedung Pemkab lantai 4, pada Minggu, 20/02/2022.
Menurutnya, untuk mengikuti RPL program Strata 1 dengan waktu tempuh 2 tahun, syarat dan kuota beasiswa tersebut akan ditentukan. Selanjutnya, pertemuan di Universitas Yogyakarta (UNY) sudah direncanakan dengan agenda menyamakan presepsi materi perkuliahan dengan para calon dosen.
“Program Strata 1 dengan waktu tempuh 2 tahun bisa dimampatkan terserah kampusnya yang terpenting terpenuhi 144 SKS, nah itu yang kita finalisasi sampai pedoman akademik dan kalender akademiknya,” jelasnya.
Sementara itu, dua dua Perguruan tinggi negeri (PTN) yang ditunjuk Kemendesa PDTT sebagai pelaksana RPL Desa, yakni Unesa serta UNY dengan jadwal perkuliahan yang akan dimulai pada akhir Maret 2022 mendatang.
“Setiap desa berkesempatan mendaftarkan 4 peserta. Maka total yang mengikut Program RPL desa Kabupaten Bojonegoro adalah 1.676 kuota,” tuturnya.
Pihaknya juga menambahkan bahwa akan memberikan penghargaan kepada Bupati Bojonegoro dan juga dua rektor PTN terpilih sebagai apresiasi peningkatan sumber daya manusia melalui program tersebut.
“Kita akan beri Apresiasi penghargaan bukan hanya Bupati tapi rektor UNESA dan UNY, karena ikut menjadi bagian penting dari percepatan peningkatan sumber daya manusia para penggiat pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa, Dimulai dari Bojonegoro untuk Indonesia dari desa Bojonegoro untuk Indonesia,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengungkapkan bahwa mengungkapkan banyak terima kasih karena Bojonegoro mendapatkan kehormatan menjadi daerah role model pelaksana RPL Desa yang pertama.
“Ini merupakan hal yang luar biasa. Kami sangat ingin berkolaborasi serta mendukung penuh program Kemendes untuk mendorong pembangunan SDM berbasis desa,” jelasnya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa meningkatnya sumber daya manusia bisa menopang perkembangan Kabupaten Bojonegoro menjadi lebih baik. (Mil/Red)


Comment