by

Batal Berangkat, Jamaah Haji Bisa Tarik Uang Pelunasan.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Pemerintah melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 tahun 2021 telah membatalkan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M. Dua tahun tidak ada pemberangkatan, Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro pastikan jamaah bisa ambil uang pelunasan secara langsung.

Abdul Wahid selaku Gara Haji dan Umroh, kementerian agama Bojonegoro, menyebutkan bahwa terkait pengambilan uang pelunasan sudah bekerja sama dengan pihak bank dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk bisa langsung mengembalikan uang pelunasan yang ditarik oleh calon jamaah haji (CJH).

“Jamaah yang mau mengambil uangnya monggo, “ungkapnya.

Dijelaskan juga untuk persyaratan pengambilan setoran pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH) diantaranya dengan membawa buku rekening atau tabungan setoran BIPIH, bukti pelunasan BIPIH dan fotocopy KTP.

Abdul Wahid juga menyarankan bagi calon jamaah haji untuk mengambil pelunasan saja dan tidak mengambil biaya untuk porsi keberangkatanya. Hal tersebut agar calon jamaah tidak kehilangan nomer antrian dan jika tahun depan ada pemberangkatan, bisa langsung berangkat dengan membayar pelunasanya.

“Lebih baik tidak mengambil biaya untuk porsinya sebesar 25 juta, sehingga jika tahun depan ada pemberangkatan masih mendapatkan porsi,”jelasnya.

Sementara untuk biaya pelunasan BIPIH sendiri sebesar 42 juta, biaya tersebut sudah termasuk porsi keberangkatan. Sehingga apabila calon jamaah ingin mengambil pelunasan dengan menyisakan biaya porsi maka uang yang diambil sebesar 17 juta.

“Lebih aman lagi kalau uang pelunasan tidak diambil karena jika tahun depan ada kenaikan biaya tidak ikut kena cash, “tuturnya.

Sedangkan terkait banyaknya kabar penggunaan uang BIPIH untuk keperluan lain, pihaknya turut menjelaskan bahwa saat ini BIPIH dikelola oleh BPKH sehingga dana optimalisasi dapat digunakan untuk subsidi keberangkatan jamaah haji. Hal tersebut yang kemudian dapat menurunkan biaya haji yang semestinya 74 juta menjadi 42 juta.

“Indonesia ini biaya hajinya paling murah dibandingkan negara lain, “imbuhnya.

Selain itu menurutnya penggunaan dana haji tersebut diperbolehkan karena menggunakan transaksi syariah atau jika dalam ilmu fiqih disebut sebagai syirkah. (Mil/Red)

Comment

Artikel