Boromania Menuntut Managemen Mundur Teratur.

BOJONEGORO – Belum adanya kejelasan tentang nasib Persibo Bojonegoro membuat Suporter tim Laskar Angling Dharmo, Boromania memberikan sikap tegas. Boromania menuntut managemen Laskar Angling Dharmo mengundurkan diri dari kursi kepengurusan.

Sikap tegas tersebut diberikan sebagai bentuk kekecewaan mereka atas kondisi Persibo yang selalu gagal untuk naik kasta. Mereka menuding pihak manajemen tidak serius mengurus klub kebanggaan warga Bojonegoro itu, sehingga prestasi tidak pernah bisa diraih dan terus terpuruk.

“Managemen harus bertanggung jawab atas ketidak mampuanya membawa Persibo naik kasta ke liga tertinggi selama 3 tahun ini,” ungkap Sekjen DPP Boromania, Moh. Arifin, Kamis (23/1/2020).

Pria yang akrab disapa Arif Bondet tersebut menjelaskan, Boromania memberi waktu sampai Jum’at besok untuk menyerahkan Persibo kepada Askab PSSI Bojonegoro. Pasalnya saat ini, Askab PSSI dirasa menjadi tempat yang tepat untuk membenahi dan membangkitkan Persibo.

Sebelumnya rumor tentang rencana managemen Persibo untuk mengakui sisi klub liga 2 sempat mencuat pada pertengahan Desember 2019. Managemen Persibo mengaku sudah sekitar 90 persen untuk persiapan rencana akuisisi dengan klub liga 2 tersebut.

Akan tetapi rencana akui sisi itu sampai sekarang belum ada informasi lebih lanjut dari managemen apakah tetap mengakui sisi atau menyerahkan Persibo kepada Askab PSSI Bojonegoro. Pasalnya, jika rencana akui sisi gagal, rencananya Persibo akan dikembalikan kepada Askab PSSI Bojonegoro.

“Kita akan tunggu kejelasan dari managemen sampai Jum at besok, apakah managemen mau menyerahkan Persibo kepada Askab atau tidak dan sabtunya kita akan menggelar rapat, serta Senin nya kita akan menggelar konfersi pers dengan mengundang media terkait hal ini,” lanjutnya kepada Media ini

Boromania juga menuntut, managemen Persibo untuk mengembalikan Persibo kepada Askab secara sukarela tanpa ada persaratan berupa pembagian saham. “Managemen harus memberikan Persibo kepada Askab tanpa ada persaratan, pasalnya saat managemen sebelumnya memberikan kepada managemen sekarang juga tidak ada persaratan berupa bagi saham,” jelas Arif Bondet. (JN)

Comment