PT. GAM (Gayam Asri Manunggal) Berencana Beli Minyak Mentah Blok Cepu.

BOJONEGORO – Sebagai putra daerah yang terdampak langsung oleh adanya eksploitasi minyak di Blok Cepu, PT. Gayam Asri Manunggal (GAM) berencana membeli minyak mentah dari Blok Cepu yang dikelola oleh Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), atau dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Hal ini disampaikan oleh Direktur PT. GAM, Sumber Purnomo, “Kami berkeinginan untuk ikut mengelola minyak mentah dari Blok Cepu, saya yakin putra daerah mampu, nanti bentuknya bisa dikelola Karang Taruna melalui Badan Usaha Dalam Negeri yang penting berbadan hukum”, jelasnya. Ia juga menambahkan jika terkait persyaratan baik ijin dan lain sebagainya akan segera disiapakan.

Dirut PT. GAM Audinsi dg SKK Migas Jabanusa
Dirut PT. GAM Audinsi dg SKK Migas Jabanusa

“Dan kita juga siap bikin kilang untuk mengolah minyak mentah itu, makanya hari ini kita lakukan audiensi dengan SKK Migas Jabanusa untuk mengetahui teknis baik syarat dan lain sebagainya dalam pengelolaan minyak mentah”, tambahnya.

Untuk memuluskan langkahnya tersebut, PT. GAM melakukan audiensi dengan Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), sesuai rekomendasi dari EMCL sebagai pengelola Lapangan Minyak Banyu Urip.

Saat audiensi dengan SKK Migas, Direktur PT. GAM di temui langsung oleh Kepala Humas SKK Migas Jabanusa, Dony Ariyantho dan Riandaru, Monetisasi Miyak dan Gas Bumi SKK Migas Jakarta, audiensi ini sebagai langkah memperoleh informasi terkait aturan pengelolaan minyak dan gas oleh swasta atau badan usaha dalam negeri yeng memiliki ijin untuk mengolah, atau Badan Usaha Pengolahan Minyak Bumi (BUPMB).

Dijelaskan jika minyak mentah dari Blok Cepu sebesar 85% tidak boleh diperjual belikan, karena itu adalah milik pertamina (Negara), Badan Usaha Dalam Negeri bisa membeli minyak mentah langsung jatah dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), yaitu dari EMCL ata jatah Badan Kerjasama (BKS) yang terdiri dari 4 BUMD milik Provinsi Jatim, Kab. Bojonegoro, Kab Tuban, Kab Blora.

Gedung SKK Migas
Gedung SKK Migas

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 42 Tahun 2018, Tentang Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri yang mulai berlaku sejak 6 September 2018. Kontraktor wajib menawarkan minyak bagiannya kepada Pertamina atau Badan Usaha Pengelolaan Minyak Bumi (BPUMB). Penawaran dilaksanakan paling lambat tiga bulan sebelum dimulainya periode rekomendasi ekspor untuk seluruh volume minyak bumi bagian Kontraktor.

Saat ini Lapangan Minyak Banyu Urip di wilayah Kecamatan Gayam yang dikelola Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) sedang dalam puncak produksi, yaitu 220 ribu barel per hari, dan sedang dipersiapkan ditingkatkan produksinya menjadi 235 ribu barel per hari (bph). (Hm/Ar/Red)

Comment