BOJONEGORO, Wartaku.id – Pendataan registrasi sosial ekonomi (Regsosek) di wilayah Kabupaten Bojonegoro yang sudah setengah jalan menemui kendala signal dalam penginputan data geotagging atau perekaman informasi geografis rumah masyarakat. Kamis, (3/11/3022)
Menurut Kepala Seksi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro, Kurnia Novi menyebutkan bahwa Rengsosek ada beberapa tahapan termasuk pendataan data penduduk dan geoteging. Sementara, berjalan selama kurang lebih dua minggu, pendataaan geoteging sudah mencapai sekitar 40 %, hal tersebut lantaran petugas menemui kendala signal saat penginputan data.
“kegiatan pendataan dengan geoteging masih belum 40 persen karena terkendala signal di wilayah tertentu susah signal, ” Ungkapnya pada 2/11/202.
Geoteging sendiri merupakan perekaman titik lokasi rumah warga yang telah dilakukan pendataan, hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pemerintah dalam mengetahui lokasi tempat tinggal masyarakat.
“Dengan ini nanti pemerintah juga lebih mudah misalkan ada bencana di kawasan tersebut sehingga dapat memprediksi berapa banyak keluarga yang terdampak, jadi dalam penanganan juga bisa cepat, ” Tuturnya.
Sedangkan, untuk pendataan warga Bojonegoro hingga saat ini sudah mencapai sekitar 50%, dengan petugas pendataan sebanyak 2.176 terdiri dari pendata 1.695 orang, pengawas 429 orang, dan koordinator di kecamatan 52 orang.
“Kalau pendatanya ini dari wilayah setempat karena yang lebih tau kondisi, dan mengenal karakter masyarakatnya, ” Lanjutnya.
Kegiatan yang di tujuan untuk menyiapkan Indonesia satu data tersebut diharapkan sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan, sehingga menurutnya dapat menjadi evaluasi pemerintah termasuk kesesuaian pemberian bantuan.
“Untuk data ini nanti kan dikirim ke Bapenas ya jadi kita di tugaskan untuk mendata saja sementara nanti di tahun depan akan menjadi evaluasi pemerintah pusat, ” Tutupnya. (Mil/Red)


Comment