Musim Penghujan Produksi Batu Bata Merah Menurun.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Memasuki musim penghujan, pengusaha batu bata harus pasrah dikarenakan produksi yang menurun hingga 50 % disebabkan minimnya panas matahari.

Seperti yang dialami pengrajin batu bata merah yang ada di Desa Mojo, Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro yang mengaku produksinya menurun semenjak musim penghujan datang.

Musim Penghujan Produksi Batu Bata Merah Menurun 2

 

“Musim sangat berpengaruh karena kita memang membutuhkan panas matahari, jadi tergantung alam,” jelas Yanto.

Penurunan tersebut akibat proses pengeringan tanah liat yang merupakan bahan dasar batu bata membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu mencapai 3 minggu bahkan bisa lebih tergantung situasi cuaca dan panas matahari.

“Tanah liat yang sudah dicetak itu dijemur dulu, setelah itu baru masuk proses pembakaran,” tuturnya.

Sementara, di musim kemarau Yanto bisa menghasilkan 20 ribu hingga 30 ribu batu bata setiap bulanya, karena panasnya matahari dapat mengeringkan batu bata selama satu minggu saja.

“Kalau kemarau panasnya bisa seharian, sehingga pengeringan cuma butuh waktu selama satu minggu,” ungkapnya.

Sedangkan di musim penghujan ini, Ia mengaku mengalami penurunan drastis hingga 50 % yaitu hanya dapat memproduksi sekitar 10 ribu hingga 15 ribu batu bata saja. Penurunan produksi tersebut tentu berpengaruh terhadap pengahsilan yang didapatnya karena penjualan juga mengalami penurunan.

“Ya pasrah saja, alam tidak bisa dibuat, semogga saja curah hujan tidak terlalu tinggi,” tutupnya. (Mil/Red)

Comment