BOJONEGORO, Wartaku.id – Sebagai upaya meminimalisir dampak kekeringan yang terjadi saat musim kemarau di Bojonegoro, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) menormalisasi hingga membangun embung baru.
Kepala Bidang Air Baku Irigasi, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro, Bungku Susilowati menjelaskan, telah melakukan normalisasi satu embung yang mengalami pendangkalan dan juga membangun empat embung baru dengan tujuan untuk menampung air sebanyak-banyaknya saat memasuki musim penghujan.
” Tahun ini ada 5 lokasi embung, empat embung baru dengan volume 29.904 m3 dan 1 embung dinormalisasi dengan volume 7.518 m3,” ungkapnya.
Dari 5 lokasi tersebut, empat pembangunan embung baru itu ada di Desa Bareng dan Bobol di Kecamatan Sekar, Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, dan Desa Kedungadem Kecamatan Kedungadem. Sedangkan untuk normalisasi embung berada di Desa Dayu Kidul Kecamatan Kedungadem.
” Normasliasi dan Empat embung baru pekerjaan sudah selesai 100 persen,” jelasnya.
Adapun pembangunan embung baru disesuaikan kebutuhan warga, pasalnya embung itu juga sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan air warga saat musim kemarau melanda.
Sementara Pemkab Bojonegoro, melalui Dinas PU SDA telah membangun embung sebanyak 533 embung yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Dari jumlah embung tersebut, yakni menggunakan tanah milik solo valley, tanah kas desa (TKD), tanah Negara (TN), tanah asset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, dan menggunakan tanah milik Perhutani. (Mil/Red)


Comment