Hikmah Tutupnya Jembatan Glendeng Bagi Warga Setempat, Angkat Sepeda Dapat Untung.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Penutupan Jembatan Glendeng, penghubung Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Tuban merepotkan masyarakat. Namun dibalik permasalahan yang ada, terdapat hikmah bagi warga setempat yang mendapat penghasilan dengan membuka jasa angkut sepeda melewati portal penutupan.

Salah seorang yang turut membantu mengangkat sepeda menjelaskan bahwa, warga setempat sudah hampir seminggu membuka jasa angkut sepeda melewati portal penutupan jembatan Glendeng tersebut.

“Warga sini inisiatif sendiri, niatnya membantu masyarakat, memudahkan masyarakat juga,” ungkap Yanto.

Hikmah Tutupnya Jembatan Glendeng Bagi Warga Setempat Angkat Sepeda Dapat Untung 2

Meskipun tidak mematok harga dan melakukan dengan ikhlas, namun menurut pantauan wartaku.id, tidak ada pengguna jasa angkut yang meminta tolong dengan cuma-cuma, mereka memberikan uang sebagai ganti jasa angkut kendaraan dengan nominal paling sedikit Rp 2 ribu. Yanto juga mengaku dalam 3 jam sudah mendapatkan Rp 150 ribu – Rp 300 ribu tergantung ramainya pengguna jalan.

“Ngasihnya seiklasnya, kalau pun tidak dikasih tidak apa-apa. Biasanya Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu dapatnya 3 jam kalau rame Rp 300 ribu, paling sepi Rp 150 ribu tapi itu dibagi sama yang lain,” terangnya.

Yanto mengungkapkan untuk jam buka jasa angkut sendiri mulai jam 06.00 Wib sampai jam 22.00 WIB, dengan bergantian dan setiap sift ada sebanyak 5 hingga 6 orang. Sementara untuk mengangkut satu sepeda motor memerlukan 3 tenaga orang.

“Orang-orang yang ngangkat kerjanya serabutan, petani, ngelas, kerjanya kan pagi, jadi sorenya angkat-angkat seperti ini,” ucapnya.

Sementara pengguna Jembatan mengaku bahwa meskipun ada penambagan perahu namun beberapa masyarakat takut disebabkan tidak pernah naik perahu sebelumnya, selain itu jalan menuju penambangan juga licin ketika diguyur hujan.

“Kalau muter lewat Menilo itu jauh, selain sempit jalanan juga ramai, kalau naik perahu biasanya ada yang takut, trus jalannya kalau kena hujan itu licin,” ungkap Anggi.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Nuri yang akan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk dijual dirumahnya. Menurutnya, Ia setiap hari melewati jembatan Glendeng namun sejak di tutup Nuri merasa kerepotan karena harus memutar sementara jika naik perahu akan susah karena membawa dirigen.

“Sudah tiga hari lewat sini, menggunakan jasa angkuut sepeda motor,” terangnya.

Sementara tidak ada penertiban dari pihak terkait, namun masyarakat setempat diimbau untuk tertib dan menjaga keamanan. (Mil/Red)

Comment