Bojonegoro, wartaku.id – Petani tembakau di kabupaten Bojonegoro sumringah, pasalnya harga tembakau tembus Rp. 55.000 per kilo gram. Harga tersebut merupakan tembakau kering, sementara tembakau basah atau daun mencapai Rp. 3500 – Rp 5000.
Harga tersebut cukup stabil dan bertahan beberapa pekan, saat ini harga tembakau kering mengalami penurunan, harga saat ini sekitar Rp. 48.000/kg, pada hari Minggu (10-09-2023).
Mahalnya harga tersebut disambut gembira oleh petani tembakau di bojonegoro, pasalnya harga tersebut membuat petani untung dan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga:
Dinkes dan KORMI Bojonegoro Kembali Sosialisasi MP-ASI, Ajak Warga Senam Bersama.
Menurut salah satu petani tembakau di desa Tulungrejo kecamatan Bojonegoro Slamet menyampaikan jika harga tembakau kering cukup tinggi, “harga mencapai Rp. 55.000, namun saat ini turun menjadi Rp. 48.000,” ungkapnya.
Saat awal tanam petani kesulitan, karena banyak tembakau yang mati Karena hujan deras. Sementara saat tembakau mulai tumbuh malah kekurangan air karena cuaca cukup ekstrim, sehingga mengakibatkan pertumbuhannya kurang optimal.
“Ya meski sulit saat awal tanam, karena banyak yang mati saat hujan lebat, jadi petani harus tanam 2 kali,” keluhnya.
Petani berharap agar harga tembakau tetap stabil, sehingga mampu menutupi biaya tanam dan perawatan. (Ar/Red).


Comment