Harga Minyak Curah Naik, Pengusaha Tahu Menjerit.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Meskipun pemerintah telah menetapkan minyak kemasan satu harga Rp 14 ribu, namun hal tersebut tidak meringankan pengusaha tahu di Ledok, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, pasalnya harga minyak curah yang digunakan untuk produksi tahu malah semakin melambung tinggi.

Menurut salah satu pengusaha tahu, Anjang mengeluhkan mahalnya minyak curah menyebabkan usaha yang sudah digeluti sejak puluhan tahun lalu tersebut tidak mendapatkan keuntungan.

Harga Minyak Curah Naik Pengusaha Tahu Menjerit 2

“Saat ini sangat susah mendapatkan keuntungan, untuk uang saku anak saja kadang tidak cukup,” ungkapnya.

Menurutnya, adanya harga minyak Rp 14 ribu sama sekali tidak membantu pengusaha tahu. Hal tersebut disebabkan minyak curah yang biasa Ia gunakan mengalami peningkatan harga. Sedangkan minyak kemasan harga Rp 14 ribu tidak dapat di beli secara masal dan hanya dibatasi 2 liter setiap pembelian, sementara untuk menggoreng tahu membutuhkan minyak yang cukup banyak.

“Minyak Rp 14 ribu dibatasi 2 liter per pembelian, sementara untuk sekali menggoreng tahu memerlukan sekitar 8 hingga 9 liter minyak,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi kerugian, Anjang mengurangi sedikit ukuran tahu yang Ia produksi. Selain itu, Ia hanya bisa mengandalkan hutang ke tetangganya untuk mencukupi kebutuhan. Harga minyak curah yang mencapai Rp 18.500 merupakan kenaikan tertinggi selama yang Ia ketahui, sehingga Ia mengaku hampir tidak ada keuntungan.

“Seumur saya sampai saat ini, baru kali ini menemui harga minyak se gini. Sebelumnya harga tertinggi minyak curah itu Rp 13 ribu tapi sekarang mencapai Rp 18 ribu,” keluhnya.

Tidak jauh berbeda, Winarsih pengusaha tahu lain mengaku penghasilan berjualan tahu tidak mencukupi untuk menyekolahkan dan memenuhi kebutuhan. Sementara jika menggunakan strategi pengecilan ukuran tahu, konsumen tidak mau membeli.

“Kalau dikecilin pembeli tidak mau. Kita kesulitan karena bahan baku mahal tapi penjualan menurun,” jelasnya.

Selain harga minyak curah yang terus mengalami kenaikan, bahan utama pembuata tahu juga turut naik hingga Rp 10.300 dari harga sebelumnya Rp 9.600. Pihaknya berharap harga kedelai dan minyak curah bisa segera turun, sehingga ada sedikit pemasukan.

“Ibuk cuma minta nak turunkan harga kedelai dan minyak supaya anaknya bisa sekolah lanjut, bisa membiyayai anak sekolah,” tutupnya. (Mil/Red)

Comment