Hanya Satu Pengerajin Turban di Indonesia Berasal Dari Bojonegoro.

BOJONEGORO, Wartaki.id – Turban merupakan penutup kepala yang sering di kenakan oleh tokoh agama di Indonesia. Berasal dari Turki, pengerajin turban di Indonesia ternyata ada di Kabupaten Bojonegoro, yaitu tepatnya di Jalan Munginsidi gang 3 RT 25, RW 06 no 54, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro.

Pembuatan turban memerlukan ketelatenan dan keterampilan tangan, sehingga produksi peci turban tidak banyak ditemukan, bahkan di Indonesia hanya ada satu yaitu di Bojonegoro.

“Di Bojonegoro hanya saya, bahkan bisa dikatakan di Indonesia hanya saya,” terang Moch Zuhri pengerajin turban.

Hanya Satu Pengerajin Turban Di Indonesia Berasal Dari Bojonegoro 2

Menutrunya, produksi turban sudah dijalankan sejak tahun 2017 lalu dan berawal ketika mengetahui bahwa turban yang sering dikenakan mubalig kondang asal Semarang yaitu Kyai Budi Harjono rusak, berinisiatif mengganti dengan yang baru, akhirnya Kang Joe (sapaan akrabnya) mempelajari cara pembuatan turban secara otodidak.

“Awalnya Kiyai Budi itu mendapat dari Syekh Mustofa, melihat turban yang di pakai sudah rusak jadi saya berniat untuk membuatkan yang baru, wakti itu saya buatnya masih belum maksimal, tidak seperti saat ini,” Ungkapnya.

Sejak saat itu, Kang Joe mengaku sudah empat kali gagal dalam memprodukai turban. Lilitan pada turban memiliki arti masalah, sementara ujung turban yang berbentuk lancip diartikan pemimpin atau penguasa.

“Kalau diartikan semua tergantung yang diatas, misalkan masjid ujungnya imam, kalau masalah hidup kembali ke Alloh, tapi habluminalloh tidak bisa kalau tidak melalui habluminannas,” terangnya.

Kang Joe mengaku memproduksi turban itu sendiri dan tidak memiliki karyawan. Hal tersebut dikarenakan tidak semua orang dapat membuat turban, selain itu dalam membuat turban Kang Joe melakukanya dengan beraholawat.

“Membuatnya tidak sembarangan, harus bertawasul kepada pemiliknya dulu, kemudian setiap jahitan saya juga bersholawat,” jelasnya

Dalam sehari, Ia dapat memproduksi sebanyak 3 turban yang dibandrol harga berkisar Rp 300 ribu per turban. Sementara pemasaran dilakukan melalui media sosial, bahkan menurutnya sudah sering mengirim turban ke berbagai wilayah termasuk Sulawesi, Jakarta, Kalimantan.

“Rata-rata yang pesan ke saya melalui Ustadz Budi, ini ada lagi kemarin pesan sebanyak 32 Turban,” tuturnya.

Selain membuat Turban, Kang Joe juga memproduksi peci yang dikenakan penari sufi atau disebut Sikke, dan peci Maiyyah atau peci khas Cak Nun. Menurutnya pemesanan di bulan ramadan kali ini merupakan terbanyak, yaitu dengan jumlah 37 Turban dan 20 Sikke.

“37 Turban dan 20 Sikke ini dikirim ke Jakarta, kemarin sudah dikirim juga ke Rembang sebanyak 8 Sikke,” ujarnya. (Mil/Red)

Comment