Cari Peruntungan Momen Keberangkatan Haji, Penjual Jenang Demak Berbondong-Bondong Datang Ke Bojonegoro.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Kejar momen keberangkatan Jamaah haji, beberapa pedagang musiman berjajar di dalam alun-alun Kabupaten Bojonegoro untuk mencari peruntungan dari berjualan. Uniknya belasan penjual jenang, datang langsung dari Demak, Jawa Tengah. Sabtu, (04/06/2022).

Sudah menjadi tradisi, ratusan kerabat maupun tetangga mengantar Calon Jamaah Haji (CJH) di lokasi berkumpul sebelum diberangkatkan menuju asrama, hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi penjual musiman jenang asal Demak yang rela menempuh perjalanan hingga 12 jam untuk mengais rezeki.

“Kita dari Demak, berangkat kemarin (03/06/2022) habis magrib sampai sini tadi subuh dan langsung nata dagangan,” ungkap Siti.

Tidak sendiri, Siti datang ke Bojonegoro rombongan bersama ke 14 temanya yang lain dengan menggunakan mobil yang berencana akan bermalam di alun-alun Bojonegoro hingga besok keberangkatan haji kloter 3 yaitu Minggu, (05/06/2022).

“Biasanya kita memang datang ke acara-acara besar, salah satunya pemberangkatan haji di Bojonegoro rutin kita datangi kecuali dua tahun kemarin,” Katanya.

Menurutnya tidak semua momen pemberangkatan haji Ia datangi, namun masyarakat Kabupaten Bojonegoro sangat menyukai makanan tersebut, sehingga Ia rela menempuh perjalanan jauh. Bahkan Siti mengaku selalu menghabiskan daganagan yang Ia bawa.

“Orang sini (Bojonegoro) suka jenang, meskipun kita jualanya sama tapi selalu habis semua, kadang sampai kurang,” jelasnya.

Siti menjual jenang dengan berbagai farian rasa, diantaranya jenang kelapa, jenang susu, serta jenang moca, dan juga manisan, yang di bandrol harga dari Rp 25-35 ribu per kilogramnya. Menurutnya jenang asal Demak memiliki ciri khas warna yang lebih cerah dibandingkan jenang lainya, sehingga memiliki ruang tersendiri bagi penikmatnya.

“Kalau favoritnya warga Bojonegoro jenang kelapa,” ungkapnya.

Selama dua hari di Bojonegoro, Siti dan teman-temanya mengaku tidur di bawah meja dagangan, dan mandi di Masjid Agung Darussalam yang dekat dengan Alun-Alun Bojonegoro.

Tidak hanya di Bojonegoro, Siti dan rombongan juga pernah datang ke berbagai daerah seperti Purwodadi, Blora, dan Tuban untuk menjual jenang-jenang buatannya ini.

“Kalau di Demak jualannya di sekitar Makam Sunan Kalijaga. Kalau ada acara-acara di datangi seperti pernah ke Purwodadi dan Blora, pokoknya daerah yang suka jenang. Kalau di Tuban pas khol Sunan Bonang,” tuturnya.

Sedangkan dari Bojonegoro, Siti bersama rombongan akan pulang untuk membuat jenang yang menghabiskan waktu kurang lebih dua hari, kemudian melanjutkan berjualan ke Solo. (Mil/Red)

Comment