Bulan Ramadhan, Produsen Kue Kering Dibanjiri Pesanan.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Memasuki 10 hari terakhir bulan ramadhan, tentunya banyak masyarakat yang bersiap menyambut hari lebaran dengan berbelanja baju baru maupun menyiapkan suguhan berupa jajan maupun kue kering untuk dihidangkan di hari raya.

Salah seorang produsen kue kering asal desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro yang berdomisili di jalan Sersan Mulyono 65 Klangon, Kabupaten Bojonegoro, Ulfa menyebutkan bahwa semenjak bulan ramadhan produksi kue kering jadoel buatanya melonjak, banyak masyarakat yang memesan untuk persiapan suguhan di idul fitri.

“List pesanan untuk hari raya sudah menumpuk dari sebelum bulan ramadhan, “ungkapnya.

Kue kering jadoel buatanya sudah memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, oleh sebab itu sudah banyak pelanggan yang selalu memesan di menjelang idul fitri. Akibatnya dalam sekali produksi dapat menghabiskan tepung hingga 40 kg yang menjadi sekitar 50 toples kue kering dengan harga Rp. 15.000- Rp. 20.000,- untuk toples ukuran besar dan Rp. 10.000,- Rp. 17.000,- untuk toples ukuran kecil.

Pada momen idul fitri, Ulfa juga menerima pesanan parsel kue kering yang ditata cantik lengkap dengan design kotak bernuansa idul fitri. Satu box parsel berisi 4 toples dengan berbagai macam kue kering. Sementara untuk harga parselnya sendiri bervariasi antara Rp. 55.000 untuk parsel kecil dan Rp. 80.000 untuk box parsel besar.

“Selain toples dan parsel, kita juga sedia kemasan los,”jelasnya.

Disebabkan banyaknya pesanan, perempuan yang memiliki banyak usaha tersebut mengaku sampai kuwalahan dan terpaksa menutup orderan 2 minggu sebelum hari raya idul fitri.

“Banyak yang tanya kue kering tapi kita sudah close order karena pesanan sudah banyak,”imbuhnya.

Dibantu dengan dua karyawanya, selama bulan ramadhan ini penjualan kue kering mencapai 300 paket parsel belum termasuk toples satuan dan kemasan los. Ia juga mengaku menerima berbagai pesanan nasi kotak, dan menu masakan untuk hari lebaran nanti. (Mil/Red)

Baca Juga :

See also  Tangkap Peluang Ekonomi Melalui Pelatihan Kerajinan Pelepah Pisang.

Comment