BOJONEGORO, Wartaku.id – pendidikan menjadi salah satu alasan angka pernikahan dini di kabupaten Bojonegoro menurun, hal tersebut terlihat dari kembali aktifnya kegiatan sekolah satu tahun terakhir diiringi dengan jumlah Dispensasi Kawin (Diska) yang juga turut menurun.
Ketua panitera Pengadilan Agama Kabupaten Bojonegoro, Sholikin Jamik mengungkapkan bahwa angka diska sepanjang tahun 2022 menurun dari tahun sebelumnya. Menurut data tahun 2021 ada sebanyak 608, sementara pada tahun 2022 angka diska di Kabupaten Bojonegoro sebanyak 532.
“Diska satu tahun terakhir turun, ” Ungkapnya.
Menurutnya hal tersebut disebabkan sudah meredanya pandemi Covid-19, sehingga sekolah kembali aktif. Sholikin menambahkan bahwa dari data tersebut terbukti bahwa pendidikan dapat menurunkan angka pernikahan dini.
“Maka dengan turun nya diska karena sudah sekolah lagi memberi petunjuk bahwa hanya dengan sekolah diska akan turun. Berantas kebodohan, diska dengan sendirinya turun, ” Tuturnya.
Menurutnya dari 532 pasangan diska, 14 anak diantaranya masih berusia di bawah 15 tahun. Sementara usia 15 sampai 19 tahun berjumlah 518. Sementara untuk pendidikan di dominasi lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 297 anak, kemudian lulusan Sekolah Dasar (SD) sebanyak 99 anak, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 130 anak, dan 6 anak tidak Sekolah dan atau tidak luls SD
“Sekitar 80 persen diantara yang mengajukan diska belum bekerja yaitu sejumlah 413 orang ,” Terangnya.
Menurutnya hal tersebut juga sebagai penyumbang angka kemiskinan baru di Kabupaten Bojonegoro. (Mil/Red)


Comment