Meskipun Terus Meningkat, Diperkirakan Puncak Kedatangan Pemudik di Stasiun Bojonegoro Masih Besok.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Kedatangan penumpang kereta api di stasiun Bojonegoro terus mengalami peningkatan hingga mencapai 1.600 orang per harinya. Meskipun begitu, puncak kedatangan pemudik diperkirakan masih akan terjadi pada Sabtu, 30/04/2022 mendatang.

Totok Kushendro, selaku Kepala Stasiun Kabupaten Bojonegoro mengungkapkan meskipun kedatangan pemudik sudah tampak di Stasiun Bojonegoro, namun puncak kedatangan arus mudik masih belum terlihat.

“Kemungkinan puncak kedatangan masih tangg 29 atau 30 yang arus balen terutama dari Surabaya-Bojonegoro itu sudah penuh semua karena Surabaya kota besar,” ungkapnya pada (28/04/2022).

Sementara, menurut data dari Stasiun Bojonegoro peningkatan sudah terlihat sejak minggu terakhir bulan April, tercatat kedatangan penumpang mencapai 1.600 orang per hari. Jumlah tersebut naik dua kali lipat dibandingkan hari biasanya yang hanya 600 hingga 800 orang per hari.

“Yang kedatangan 1.600 kemarin sementara keberangkatan 600-800, peningkatan mulai dari minggu-minggu ini sekitar tanggal 26-27,” tuturnya.

Totok menyebutkan jumlah tersebut berbanding terbalik dengan arus balik yang kemungkinan akan terjadi H+3 lebaran atau pada tanggal 5 Mei nanti. Menurutnya, untuk keberangkatan dari Stasiun Bojonegoro mencapai 1.600 orang dan kedatangan sekitar 700 orang.

“Tanggal 5 arus balik nanti yang naik 1600 yang turun 700, pemesanan tiket dari beberapa kereta jarak jauh seperti tujuan Jakarta sudah penuh di tanggal 5,6,7 bulan Mei, sementara semarang masih ada,” imbuhnya.

Meskipun tiket kereta kelas ekonomi tujuan Bojonegoro-Jakarta sudah habis, Ia menjelaskan bahwa masih mungkin ada perubahan, karena pemesanan tiket dengan sistem online sehingga bisa berubah sewaktu-waktu jika ada penumpang yang melakukan pembatalan.

“Tiket ada yang penuh dan masih ada tergantung kelasnya, bisa di update di aplikasi KAI Access,” katanya.

Sedangkan penambahan gerbong kereta untuk beberapa tujuan terutama Jakarta juga sudah dilakukan sejak awal April. Tidak hanya itu, petugas stasiun Bojonegoro juga rela menunda cuti dan libur lebaran demi menberikan pelayanan kepada masyarakat selama idul fitri.

“Persiapan SDM, termasuk petugas tidak ada yang sakit, dan menunda cuti dan libur demi melayani pemudik jelang lebaran, perlengkapan prokes, SPM (Standart Pelayanan Minimum) sudah di cek dari Dirgen dan sudah memenuhi standar semua,” ujarnya.

Totok menambahkan bahwa akan ada bantuan tenaga external dari pihak Polres Bojonegoro, Dinas Perhubungan dan Kodim 0813 yang akan mendirikan posko keamanan di stasiun. (Mil/Red)

Comment