BOJONEGORO, Wartaku.id – Jumlah pasangan pengantin yang akan melaksanakan akad nikah di malem songo atau malam ramadan ke-29 yang merupakan tradisi di Bojonegoro, tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya hingga mencapai 523 pasangan.
Tradisi menikah di malam ganjil terakhir bulan ramadan atau biasa disebut dengan malem songo, hanya ada di Lamongan, Tuban dan Bojonegoro. Hingga saat ini malem songo masih menjadi hari yang dipilih karena dianggap sebagai hari baik, dan dipercaya sebagai malam yang penuh berkah, karena di akhir ramadhan banyak curahan rohmat, dan banyak doa-doa yang dikabulkan.
“Kemudian yang misalnya ada pantangan geblake mbahe atau patangan yang menurut orang kurang baik, namun disaat malam songo itu semuanya jadi baik, rata-rata mereka yang menikah di malem songo itu bahagia, rata-rata baik. Belum pernah dengar gara-gara malem songo terjadi hal-hal yang tidak baik,” ungkap Abdullah Hafith selaku Kasi Bimas Islam Kementrian Agama Bojonegoro pada Selasa, (26/04/2022).
Menurut data dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, pada tahun 2021 ada sebanyak 435 pasangan yang mengakhiri masa lajang di malam ganjil terakhir bulan ramadhan, jumlah tersebut mengalami peningkat di tahun ini menjadi 523 pasangan.
“Dulu mungkin karena masih pandemi banyak yang menunda nikah menunggu di situasi normal, sedangkan sekarang sudah mulai normal,” ungkapnya.
Meningkatnya jumlah pengantin di hari yang sama tersebut menjadi berkah bagi sekitar 45 penghulu yang ada di 28 Kecamatan Kantor Urusan Agama (KUA) se Kabupaten Bojonegoro, pasalnya mayoritas pengantin di malem songo melangsungkan akad nikah di rumah masing-masing sehingga mengundang penghulu yang harus membayar sebesar Rp 600 ribu.
“Kalau menikahnya di KUA dan jam kerja tidak ada biayaya atau gratis, akan tetapi jika mengundang penghulu ke rumah dan atau di luar jam kerja ada biaya sebesar Rp 600 ribu,” terangnya.
Untuk melaksanakan 523 akad di hari yang sama sedangkan hanya ada penghulu sebanyak 45, pihaknya mengaku ada penjadwalan waktu akad bagi calon pengantin, mulai dari pagi, siang hingga malam hari.
“kami dari kementerian agama berusaha memberikan pelanan terbaik untuk masyarakat. Namun masyarakat harus memahami, karena banyaknya yang menikah di hari itu, maka jamnya disesuaikan dengan jam yang ada di KUA. Para pengantin yang mau menikah mau dijadwal oleh KUA,” pesannya.
Sementara itu, jumlah pasangan menikah malem songo terbanyak masih sama yaitu dari Kecamatan Baureno sebanyak 49 catin, disusul dengan Kecamatan Kedungadem 47 catin, masing-masing 36 catin dari kecamatan Kepohbaru dan Sumberrejo, selanjutnya, Kecamatan Kanor dan Dander dengan masing-masing 35 catin, dan catin malem songo paling sedikit dari Kecamatan Sekar dan Gondang dnegan masing-masing 2 catin. (Mil/Red)



Comment