Jelang Ramadhan Masyarakat Sambut Dengan Tradisi Kupatan.

BOJONEGORO,Wartaku.id – Ramadhan tinggal menghitung hari, ditandai dengan datangnya malam nisfu sya’ban yang jatuh pada bulan ke delapan dalam kalender islam yaitu malam tanggal 15 bulan Sya’ban 1442 atau pada Minggu 28/03/2021 dalam kalender hijriyah. Masyarakat antusias menyambut datangnya bulan ramadhan dengan tradisi kupatan di malam Nisfu Sya’ban.

Tradisi Nisfu Sya’ban sendiri sudah dilakukan turun menurun oleh masyarakat Jawa. Biasanya kupat (Ketupat) yang sudah matang di bawa ke mushola atau masjid untuk di kepung dengan doa bersama sebelum dibagikan kepada jamaah yang hadir.

“Sudah tradisi dari dulu, biasanya ketupat yang sudah matang di bawa ke mushola atau masjid setelah magrib atau isya’, ” Jelas Sari warga Bojonegoro.

Sementara itu penyajian ketupat biasanya dibarengi dengan sayur lodeh berkuah pedas dengan lauk pelengkap ikan pangang. Sari juga menjelaskan bahwa bahan untuk membuat ketupat sendiri mudah ditemui di pasar.

Hal tersebut juga terbukti dengan banyaknya pedangang janur atau daun kelapa muda dadakan di pasar tradisional kota Bojonegoro. Salah satu pedangang mengaku menjual janur dua kali dalam satu tahun yaitu di momen bulan nisfu sya’ban dan di hari raya ketupat yang jatuh satu minggu setelah hari raya idul fitri.

“Sudah dari dulu menjual janur setiap tahun dua kali saat kupatan nisfu sya’ban dan hari raya kupat, “ungkap Eli.

Eli menjual janur dengan harga berfariasi, dari Rp. 4.000 satu ikat untuk janur yang belum dianyam, sementara janur yang sudah dalam bentuk anyaman ketupat di jual dengan harga Rp. 7.000 per ikat yang berisi 12 biji ketupat. Selain itu, Ia juga menjual ketupat matang dengan harga Rp. 12.000 per ikat.

See also Bupati Bojonegoro Sidak Pembangunan Kawasan Eks Tanggul MH Thamrin Yang Makin Cantik.

“Selain jual janur juga jual anyaman ketupat dan menjual ketupat jadi, “jelasnya.

Pedangang asal Sukorejo tersebut mengaku sudah berjualan semenjak Kamis, 25/03/2021 dengan menghabiskan 500 ikat janur per harinya dan hingga saat ini Eli sudah menjual lebih dari 1.000 ikat janur.

“1.000 ikat sudah termasuk janur, ayaman ketupat dan ketupat jadi, “ungkapnya.

Dari ramainya pasar yang dipenuhi pembeli janur, Eli berinisiatif untuk membawa janur lebih banyak besok menjelang malam Nisfu Sya’ban. Selain di momen-momen tersebut, Eli mengaku menerima pesanan pembuatan ketupat.

“Biasanya juga menerima pesanan ketupat maupun lontong di acara aqiqoh, Khitan dan yang lainya, “pungkasnya. (Mil/Red)

Comment