Jelang Keberangkatan, Jamaah Diimbau Lakukan Persiapan Maksimal.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Pemberangkatan haji semakin dekat, untuk itu jamaah yang hendak berangkat diimbau untuk melakukan persiapan secara maksimal, baik persiapan fisik maupun persiapan lainya.

Menurut Sholikin Jamik selaku ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani mengungkapkan persiapan yang harus dilakukan oleh calon jamaah haji jelang keberangkatan itu ada 4 hal.

“Harus memahami betul tentang manasik nya, jadi jamaah haji yang sukses itu yang bisa memahami tentang rukun haji, wajib haji, dan sunah haji, ” Jelasnya.

Capai 92 Persen Pelunasan Biaya Keberangkatan Haji Diperpanjang

Karena menurutnya haji termasuk ibadah pribadi maka kesuksesan orang beribadah haji itu ketika dia mengerti, termasuk hukum meninggalkan rukun haji maka hajinya tidak sah, jika melanggar wajib haji maka harus membayar dam, sementata sunnah haji tentu lebih baik jika dilakukan. Sedangkan pembahasan tersebut terdapat di pembekalan atau manasik.

“Syarat rukun ya haji itu diketahui melalui manasik ini sebenarnya yang paling lisensi, kita khawatir karena sibuknya maka lisensi haji itu malah lupa,” Lanjutnya.

Selanjutnya, yang ke dua jamaah harus mempersiapakan sisi kesehatan, karena seluruh agenda yang direncanakan ini sebenarnya bagian dari sisi kesehatan. Sholikin menuturkan haji itu adalah perjalanan fisik maka harus disiapkan sisi kesehatan.

Selain itu, mengerti tentang pengorganisasian regu, rombongan, kloter juga mengenal magtap, kementerian haji dan lainya di tanah suci yang menyangkut pengorganisasian. Sehingga menghindari terpisah dari rombongan, dan mengetahui harus berkoordinasi dengan siapa ketika terpisah dari rombongan.

“Terakhir memahami hikmah-hikmah haji karena isensi haji itu hanya perjalanan mencontoh apa yang dilakukan nabi muhammad, nabi Ibrahim nabi Ismail, kalau nanti tidak memahami filosofinya ada kesan haji itu hanya grudak gruduk kering dari lisensi maknanya,” Tutur Sholikin.

Lanjutnya, Mengapa kita harus thawaf, mengapa kita harus sya’i mengapa kita harus lempar jumroh aqobah, mengapa kita harus wukuf, mengapa kita harus di musdalifah, mengapa kita harus di minang, itu semua sebetulnya pelajaran tentang hikmah haji. Lha khusus jamaah perempuan tentu itu ada fiqih perempuan sendiri yang menyangkut bagaimana jamaah haji perempuan yang punya kekhususan tentang menstruasi dan sebagainya tentu harus dipahami. (Mil/Red)

Comment