BOJONEGORO, Wartaku.Id – Melonggarnya kasus Covid-19 memberikan dampak bagi peningkatan mobilitas masyarakat, kali ini banyak dari masyarakat yang sudah mulai melakukan perjalanan baik jarak jauh maupun jarak dekat dengan menggunakan transportasi umum. Terbukti dari meningkatnya jumlah penumpang kereta api yang semakin meningkat.
Kepala Stasiun Kereta Api Bojonegoro, Totok Kushendarto mengungkapkan sejak melonggarnya PPKM, tercatat jumlah penumpang kereta api mengalami peningkatan. Baik untuk penumpang jarak jauh maupun penumpang kereta api lokal.
“Untuk KA lokal 600 persen, kalau KA lokal sekitar 20 persen,” ungkapnya.
Peningatan tersebut juga dipengaruhi oleh aturan pembaruan peraturan bagi pengguna transportasi kereta api, juga termasuk banyaknya masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi. Dimana hal tersebut juga menjadi persyaratan bagi penumpang KA.
“Meningkatnya sejak peraturan diperbolehkan anak kecil naik kereta kemaren,” jelasnya.
Menurut data tercatat pada bulan hanya sekitar 2.497 penumpang dan mengalami peningkatan di bulan september dengan jumlah penumpang sebanyak 5.100, jumlah tersebut terus meningkat hingga pada bulan oktober penumpang mencapai 12.000 orang.
“Penumpang biasanya lebih banyak di akhir pekan, mulai sabu sampai minggu,” tuturnya.
Meskipun begitu, pihaknya juga menjelaskan bahwa tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, termasuk masih berlakunya pembatasan penumpang sebnayak 70 persen dan petugas juga akan melakukan tindakan tegas terhadap penumpang yang melakukan pelanggaran.
“Kita ada pengecekan di pintu masuk, jika tidak sesuai peraturan misalkan belum vaksin tetap tidak kita perbolehkan untuk masuk dan apabila sudah membeli tiket uangnya akan di kembalikan, sementara yang sudah di dalam gerbong dan melanggar semisal tidak memakai masker dengan benar petugas kita akan menegurnya,” imbuhnya. (Mil/Red)



Comment