BOJONEGORO, Wartaku.Id – Terbiasa menaiki perahu untuk pulang dan pergi kerja, Andik tidak menyangka akan menjadi salah satu korban terbaliknya perahu yang menjadi transportasi tradisional penghubung Kabupaten Tuban dengan Kebupaten Bojonegoro. Rabu, 03/10/2021.
Pria bernama lengkap Novi Andik Susanto (29) mengungkapkan sudah terbiasa menggunakan jasa transportasi perahu tersebut dan tidak menyangka akan mengalami peristiwa yang menelan banyak korban termasuk dirinya.
“Tidak punya firasat apa-apa, setiap hari juga saya berangkat kerja ke Bojonegoro dengan naik perahu, lebih menyingkat waktu,” ungkapnya.
Saat perahu terbalik, posisi Andik berada di antara penumpang yang lain tepatnya di tengah perahu. Menurutnya perahu terbalik saat mencoba melawan arus Sungai Bengawan Solo yang saat itu sangat deras.
“Ada sekitar 20 penumpang yang ada di dalam perahu itu dan ada sekitar 10 sepeda motor yang juga tenggelam,” jelasnya.
Selain berhasil menyelamatkan diri dengan mengikuti arus dan berenang ke tepi, pria asal Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban tersebut juga sempat menyelamatkan seorang balita berusia 3 tahun dengan nama Abdullah Dimiati.
“Saya melihat anak yang digendong ibunya kemudian langsung mendekati anak itu dan tak ajak berenang ke tepi sungai kemudian saya dievakuasi ke puskesmas,” tutupnya. (Mil/Red)
Baca Juga :


Comment