BOJONEGORO, Wartaku.id – Dinas Pemeberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bojonegoro lahirkan aplikasi SIAP Desa (Sistem Informasi Administrasi Pemerintahan Desa) yang pada hari ini di launching bersamaan dengan penyelenggaraan sosialisasi Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) versi 2.0.4. Jum’at, (15/10/2021).
Kegiatan tersebut diselenggarakan di gedung Anglingdarmo dan di launching langsung oleh Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kajari dan Kapolres serta Kepala OPD terkait beserta Camat dan kepala desa undangan dan diikuti seluruh kepala desa di Bojonegoro melalui zoom meeting di kecamatan masing-masing.
Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah mengungkapkan sudah mendeklarasikan Bojonegoro satu data dan 99,9% data dipastikan benar. Meskipun begitu, seiring berjalanya waktu perlu adanya pemutahiran. Sementara data primer sendiri berbasis desa.
“Bicara data kelahiran, data kemiskinan, data beasiswa semuanya berbasis desa, artinya ini semua berbasis desa dan dinas kominfo juga sudah melakujan pelatihan,” ungkapnya.
Selain itu Bupati juga berpesan untuk tidak sering mengganti operator karena pergantian operator mengharuskan pelantikan ulang, selain itu juga lebih memperhatikan kesesuaian security atau keamanan datanya.
“Nanti dicek lagi kesesuaian operator dengan kompetensi, kalau belum bisa melakukan kajian ulang agar bisa mendukung program kerja yang ada di pemerintah desa,” tuturnya.
Ia juga mengungkaokan terimakasih atas kehadiran serta dukungan terhadap pemkab Bojonegoro, yang mana sudah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten satu data dan data primer kebanyakan dari desa.
“Mudah mudahkan dengan adanya launching ini bisa memberikan akuntibilitas yang dititipkan kepada kita termasuk yang ada di desa,” tutup Bupati.
Sedangkan kepala DPMD (Dinas Pemeberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin menjelaskan kegiatan kali ini dilakukan sekaligus sebagai pemanfaatkan perencanaan penganggaran di tahun 2022 nanti serta pembagian fitur-fitur baru dalam aplikasi yang di tahun 2020 belum ada.
“Dalam rangka memperluas akses bagi pemangku kepentingan terhadap informasi Apebedes dan realisasinya sebagai bentuk dukunngan terhadap keterbukaan publik dan transparasi anggaran desa sekaligus sebagai pembentukan data base atau data digital pada dinas PMD terkait data administrasi pemerintahan desa,” jelasnya.
Aplikaasi siap desa merupakan gabungan yang berintegrasi dengan Siskeudes dan menyediakan input manual terkait data desa. Sampai saat ini progres pengembangan pada tambahan menu dasbord yaitu ada stunting dan PPKM yang berisi terkait anggaran kongvergensi dan oencegahan stunting, selanjutnya realisasi APBDes juga terinput.
“Selain itu BLT DD, serta data aparatur pemerintahan desa dan beberapa produk hukum pemdes, jadi aplikasi ini merupakan pengolahan dari data yg ada di pemdes,” ungkapnya.
Pengenalan dan Penyerahan akan disertakan pelatihan untuk operator desa dan operator siap desa di 419 desa. Sementara tindak lanjut dari pembagian aplikasi ini akan dilaksanakan fix APBDes di bulan November nanti, sekaligus menyambungkan RKPdes yang sudah dilakukan dan dimasukkan di sistem Siap Desa.
“Untuk memastikan program desa sebagaimana yang sudah dilakukan dari RKPDes,”tutupnya. (Mil/Red)



Comment