BOJONEGORO, Wartaku.Id – Penurunan kasus Covid-19 sedikit memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang berpengaruh pada mulai pulihnya aktivitas masyarakat, termasuk di Terminal Rajekwesi Tipe A Kabupaten Bojonegoro yang terbukti mengalami peningkatan penumpang bus.
Koordinator Satuan Pelayanan Tipe A Terminal Rajekwesi, Budi Sugiarto, juga membenarkan adanya peningkatan aktivitas di terminal sejak ada kelonggaran kasus Covid-19 di Bojonegoro disertai dengan penurunan level PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).
“Mulai merangkak pulih, penumpang mulai ramai kembali,” ungkapnya.
Hal tersebut juga di buktikan dengan data yang menunjukkan peningkatan baik armada bus maupun jumlah penumpang. Tercatat pada bulan sebelumnya keberangkatan penumpang dari terminal paling banyak 543 orang sementara di bulan ini mencapai 683, sedangkan kedatangan penumpang dibulan sebelumnya paling sedikit 388 orang namun dibulan ini mencapai 442 orang.
“Masyarakat sudah mulai banyak melakukan perjalanan,” jelasnya.
Jika dibandingkan pada masa PPKM beberapa bulan lalu perusahaan otobus (PO) mengurangi pemberangkatan armadanya dikarenakan penumpang sepi, namun kali ini pemberangkatan bus dari PO sudah mulai normal kembali. Menurut data mulai bulan september hingga saat ini angkutan bus traek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) setiap harinya memberangkatkan sekitar 13 hingga 24 bus setiap harinya, sedangkan untuk kedatangan ada sekitar 13 hingga 20 bus.
Sementara itu untuk bus trayek Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) setiap hari memberangkatkan sekitar 121 hingga 149 bus dengan kedatangan sekitar 100 hingga 135 bus.
“Kita hanya mencatat dan memeriksa bus yang pemberangkatanya dari terminal saja,” tuturnya.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa persyaratan pemberangkatan juga mulai di longgarkan mengikuti ketetapan level PPKM wilayah. Persyaratan masih sama yaitu untuk jarak jauh masih harus membawa antigent dan sertifikat vaksin. Perbedaanya jika sebelumnya penumpang yang tidak melengkapi persyaratan maka akan diturunkan akan tetapi kali ini tidak diturunkan melainkan ditegur dan dicatat sebagai bahan kajian untuk menetapkan kebijakan selanjutnya.
“Tetap membawa bukti vaksin,”ungkapnya.
Terakhir terkait aplikasi peduli lindungi sendiri menurutnya di Jawa Timur hanya ada 8 terminal yang menjadi pilot project dan Bojonegoro tidak termasuk. (Mil/Red)


Comment