Semangat Gotong Royong Sambut HUT RI ke-76, Masyarakat Gumelem Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 500 Meter.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Tahun ini Indonesia memasuki Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan yang ke-76. Memasuki bulan Agustus yang ditetapkan sebagai bulan kemerdekaan masyarakat Dusun Gumelem, Desa Bogangin, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro mempunyai cara unik untuk memperingati HUT RI yaitu dengan semangat gotong royong membentangkan bendera merah putih sepanjang 500 m x 80 m.

Untuk memperingati HUT RI hampir setiap tahunya masyarakat setempat tepatnya Rt/Rw. 06/02 melakukan diskusi, dan kali ini berujung kesepakatan membuat kreatifitas pembentangan bendera merah putih sepanjang jalan.

“Awalnya diskusi, kesepakatanya diputuskan membuat bendera sepanjang 500m x 85cm,” kata Ketua RT Dusun Gumelem, Slamet saat ditemui di rumahnya.

Setelah kesepakatan diskusi, warga setempat mengumpulkan iuran suka rela untuk membuat bendera tersebut. Hasil iuran suka rela digunakan warga untuk membeli kain berwarna merah dan putih yang kemudian di jahit, sehingga jadilah bendera yang berukuran sepanjang jalan di Rt. 6.

Masyarakat Gumelem Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 500 Meter 2

“Penarikan iuran ini tidak ada paksaan, semua suka rela dari warga mau iuran berapa,”jelasnya.

Selain itu, sikap gotong royong juga diwujudkan dalam memasang bendera yang dilakukan bersama-sama dengan mengikat pada bambu yang diperoleh dari kebun warga Dusun Gumelem secara suka rela, bahkan warga dari dusun lain juga menawarkan untuk memberikan bambunya.

“Pembentangan dilakukan oleh warga setempet dari tanggal 3 sampai 4 Agustus 2021, Kita mulai mulai menata ini pukul 9.00 malam sampai jam 12.00 malam, lalu dilanjut lagi pukul 09.00 pagi sampai 1 siang,” ungkapnya.

Slamet menyebutkan bahwa Rt. 6 juga selalu merayakan HUT RI setiap tahunya dengan berbagai kreasi seperti pada tahun lalu yang memasang lampu kecil hias warna warni. Bahkan menjadi motivasi untuk warga yang lain untuk memeriahkan dengan cara masing-masing.

“Kita selalu disebut ngawiti (mengawali) rame-rame, biasanya juga Rt. 4 ikut berkreasi seperti tahun lalu dengan memasang bola-bola, “jelasnya.

Sementara itu, semenjak adanya pandemi kegiatan lomba agustusan tidak dilaksanakan di desa tersebut, hal tersebut mengikuti peraturan pemerintah terkait larangan untuk berkerumun di masa pandemi.

“Kalau rame-rame lomba sudah tidak ada, menghindari kerumunan juga sebab kalau ada lomba anak-anak pasti orang tuanya juga ikut melihat jadi malah berkerumun nantinya, “tutur Rt yang sudah menjabat tiga priode tersebut.

Dengan adanya kreatifitas ini, Slamet berharap warganya selalu antusias dalam menyambut HUT Kemendekaan Rebublik Indonesia setiap tahunnya.

“Kalau seperti ini, ada keunikan tersendiri, masyarakatnya jadi lebih antusias dan semangat buat menyambut 17 Agustus, selain itu mereka juga akan selalu guyub rukun,” pungkasnya. (Mil/Red)

Baca Juga :

Comment