Bojonegoro, wartaku.id – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kabupaten Bojonegoro berlangsung khidmat melalui upacara yang digelar di halaman Gedung Putih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Rabu (20/05/2026) pagi. Upacara dimulai pukul 07.30 WIB diikuti jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta para ASN lingkup Pemkab Bojonegoro.
Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, yang menyampaikan bahwa semangat kebangkitan nasional harus diwujudkan melalui penguatan pelayanan publik dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.
Dalam amanatnya, Wabup Nurul Azizah menyinggung upaya efisiensi dalam penyelenggaraan APBD yang saat ini tengah dilakukan pemerintah daerah sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, terdapat sejumlah kewajiban daerah yang masih harus diselesaikan pada tahun 2026 sehingga membutuhkan sinergi seluruh pihak.
“Ada beberapa isu tematik yang harus kita selesaikan bersama, mulai dari kemiskinan, peningkatan IPM, pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran hingga konektivitas wilayah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sektor kesehatan dan ketahanan pangan menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Bojonegoro. Pemerintah daerah, lanjutnya, terus mendorong pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat, termasuk pengobatan gratis yang perlu dibangun secara bersama-sama.
Selain itu, Wabup Nurul Azizah mengingatkan bahwa kondisi fiskal nasional turut mempengaruhi arah kebijakan daerah ke depan. Berdasarkan hasil evaluasi dan gambaran kekuatan APBN, terdapat penurunan belanja kementerian dan lembaga yang berdampak pada proyeksi APBD tahun 2027.
Meski demikian, ia mengajak seluruh jajaran pemerintah tetap menjaga semangat kebersamaan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Semangat kita adalah semangat untuk kebersamaan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mari kita dukung program Bapak Bupati untuk mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur dan membanggakan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dibacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Viada Hafid. Berikut kutipannya:
Tepat pada hari ini, 20 Mei 2026, kita kembali merefleksikan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut adalah “fajar menyingsing” bagi kesadaran berbangsa, di mana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan. Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat.
Secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. (Red)


Comment