Jagong Gayeng Bersama Sudjiwo Tedjo di Bojonegoro

Bojonegoro, wartaku.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) adakan Jagong Gayeng bersama budayawan kondang Sudjiwo Tedjo di halaman pendopo Kecamatan Gayam pada Sabtu malam (19/08/2023).

Jagong Gayeng Bersama Sudjiwo Tedjo di Bojonegoro ini mengambil tema “Budoyo Roso Melu Handarbeni” yang artinya adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa yang bisa diartikan sebagai mengajarkan seni agar hati menjadi tulus dan ikhlas, Ini mengandung pesan bahwa melalui pengajaran seni dan budaya, seseorang dapat belajar untuk memiliki hati yang tulus dan ikhlas.

Menurut Sudjiwo Tedjo saat ini budaya rasa ini yang hilang dari masyarakat indonesia, menurutnya hidup itu bisa “rumongso dan iso ngrumangsani”.

“Jadi biso’o rumongso lan iso ngrumangsani, jadi menghargai orang saat ngomong”, ungkapnya.

“Dadi kunci bahagia iku gampang, nek wes nang kene yo nang kene, ojo nang kene pikirane nang kono, makane yuk kita nungang roso ojo nunggang pikiran”, tambahnya.

IMG 20230820 WA0009
Bupati Anna Mu’awanah memberikan sambutan saat Jagong Gayeng

BACA JUGA:
Pimpin Upacara HUT ke-78 RI, Bupati Bojonegoro Anugerahkan Penghargaan Prestasi berbagai Bidang

Sementara itu Bupati Bojonegoro Anna Mu’ awanah saat Jagong Gayeng Bersama Sudjiwo Tedjo di Bojonegoro menyampaikan terima kasih kepada semua yang hadir di jagong budaya, kegiatan ini sengaja di tempatkan di wilayah barat agar kegiatan itu tidak terpusat di kota.

“Jadi event ini kita adakan di wilayah barat agar tidak terpusat di kota, karena beberapa kegiatan saat ini juga diadakan berkeliling”, ungkap bupati.

Bupati juga menambahkan, kita kesini semua untuk luru ilmu luru pengetahuan, dari petuah mbah Sudjiwo Tedjo kita bisa ambil yang baik dan kita buang yang kurang baik.

Dalam Jagong Gayeng ini berlangsung cukup menghibur, dengan lantunan lagu lagu dari mbah Sudjiwo Tedjo yang dinyanyikan.

Jagong Gayeng ini dihadiri dari berbagai kalangan, dari politisi, budayawan, SKPD, kepala desa, insan pers dan tokoh masyarakat. (Red)

Comment