BOJONEGORO, Wartaku.id – Sambut bulan suci ramadhan, pedagang pasar Tradisional kota Kabupaten Bojonegoro gelar arak-arakan gunungan apem sebagai simbol saling memaafkan, baik antar pedagang maupun dengan pemerintah daerah. (21/03/2023)
Acara diawali dengan pengarahan, kemudian berlanjut dengan membawa gunungan yang berisi sebanyak 500 apem mengelilingi pasar diiringi dengan sholawat dan barisan pedagang pasar, dengan start di gerbang pasar sebelah barat melewati perempatan Jln. Hasyim asyari ke arah timur menuju Jln. Imam Bonjol lalu ke arah utara dan masuk ke dalam pasar dengan finish di titik awal pemberangkatan untuk kemudian dilaksanakan rebutan apem.
“Filosofi gunungan apem ini dalam bahasa Arab apem adalah afan yaitu memaafkan, dalam rangka mendekati bulan suci ramadhan ini mendorong masyarakat dan pemerintahan pusat untuk saling memaafkan, ” Ungkap Zaeni salah satu pedagang yang ikut arak-arakan.
Selain itu, tujuan lain adanya kegiatan ini adalah untuk menunjukkan eksistensi pedagang pasar untuk tetap bisa bertahan berjualan di pasar kota. Sementara jumlah 500 apem tersebut di sesuaikn dengan kebutuhan.
Sedangkan kepala paguyuban pasar, H. Warsito mengaku gunungan ini wujud terimakasih kepada sang Maha Kuasa, dan kirim do’a kepada para pendahulu terutama para wali yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia khususnya Kabupaten Bojonegoro.
“Mengingat sejarah kita bahwa secara tidak langsung membangun pasar ini juga sebagai bentuk sejarah perjuangan dimana ada pemerintahan, alun-alun, masjid, yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, ” Jelasnya.
Pihaknya juga berharap Apem atau Afwan bisa mewujudkan saling memaafkan, dan bupati mendengar aspirasi pedagang untuk tetap berjualan di lokasi tersebut.
“Dibangun yes, dipindah No, ” Tegasnya. (Red)



Comment