BOJONEGORO, Wartaku.id – Masih dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 77, Kabupaten Bojonegoro gelar pawai budaya yang menampilkan berbagai macam adat serta budaya lokal Bojonegoro. Minggu, (28/08/2022)
Pawai tersebut diikuti 31 kelompok peserta yang terdiri dari 13 kelompok kategori SMA/SMK/MA dan 18 peserta umum. Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah memberangkatkan peserta dengan start di Jalan Mastumapel, Kecamatan Kota Kabupaten Bojonegoro.
“Ini sekaligus pengingat kita terhadap sejarah Bojonegoro, tadi ada Wali Kidangan ada Andong Sari ada juga pasukan Bayangkara pertama dulu di Kayangan Api,” ucap Bupati Anna Mu’awanah setelah memberangkatkan peserta.
Menurutnya acara berjalan lancar dan tertib, dari peserta juga tidak ada penampilan yang mengandung unsur syara’ maupun kampanye. Meskipun begitu Bupati tetap berpesan agar tetap menjaga ketertiban selama rute pawai.
“Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa, yang tampil juga tidak ada yang mengandung unsur syara’ maupun unsur kampanye saya pikir bagus sekali dan tertib, dan besok akan ada lagi tingkat SD/MI serta SMP/MTS,” pungkas Bupati.
Sementara itu Budiyanto selaku Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro menjelaskan bahwa tahun ini pawai mengangkat tema pesona budaya Bojonegoro.
“Tujuanya untuk menggali dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang tradisi dan seni budaya di Bojonegoro, mungkin ada yang belum tau.
“Dengan di tampilkan ini sehingga oh ternyata kita punya ini, jadi mengenalkan kepada masyarakat tentang tradisi asli Bojonegoro dan kebudayaan yang ada,” tuturnya.
Tahun ini, lanjut Budiyanto, sengaja kita buat tema agak luas “Pesona Budaya” karena waktu kita tidak banyak untuk prepare sekolah-sekolah jadi kalau terlalu sulit temanya nanti antusias untuk mengikuti tidak begitu banyak.
“Untuk itu tema kita buat luas, sehingga banyak macam budaya terserah mau ngambil di desa entah budaya daerah luasnya, sejarah maupun seni,” jelasnya.
Sementara peserta bisa menampilkan aksinya dengan durasi waktu masing-masing dua menit di tiga titik penjurian yaitu garis start atau di depan panggung penghormatan, kedua di depan kantor Disbudpar Bojonegoro serta juri ketiga depan SD Katolik.
Seperti yang ditentukan oleh Disbudpar, penampilan yang diangkat oleh peserta diantaranya mulai dari sejarah yang ada di kabupaten Bojonegoro hingga tradisi-tradisi yang masih dilakukan masyarakat hingga saat ini.
Salah satunya SMA N 4 Bojonegoro yang mengambil tema wisuda waranggono ing kayangan api, kostum yang digunakn peserta nampak cantik dan didominasi dengan warna merah, sementara itu penampilan juga dilengkapi dengan atribut berupa miniatur kayangan api lengkap dengan gapura serta asap yang ditimbulkan dari api abadi.
Tidak jauh berbeda, SMKN 2 Bojonegoro jjuga mengangkat sejarah dengan tema labuh bekti ing kayangan api. Sangat meriah dengan peserta yang tampak power full dan semangat menari dan menyanyikan lagu kayangan api, atribut keris yang menancap diatas api abadi serta pendopo yang di gotong oleh peserta menjadi meiniatur yang tampak nyata.
Sementara itu, beberapa tradisi juga diangkat seperti tradisi wiwit padi, temu manten, mitungulani juga ditampilkan oleh para peserta. Bahkan bupati Bojonegoro mendapat satu tundun pisang raja dan satu kranjang jajan dari Kelurahan Ledok Wetan yang mengangkat tema temu manten, rujak tingkep dari peserta. (Mil/Red)



Comment